Tuesday, June 25, 2019

DIY : Game of Thrones Dragon Egg Tutorial

Telur naga, terinspirasi serial Game of Thrones
  
Warning! DIY project kali ini butuh ketelitian dan kesabaran ekstra, mwahaha. Mumpung masih anget setelah Game of Thrones Season 8 kelar, dan udah tamat juga (I hate the ending, it’s shitty and a complete chicken), aku pengen bikin telur naga sebagai penghormatan buat Mother of Dragons, her majesty Daenerys Stormborn of House Targaryen. May her ghost haunts the producers for making such a shitty ending.

Aku baru bikin pertama kali juga sih, jadinya belum pro dan masih berantakan, tapi lumayan lah ga termasuk a complete disaster (in my opinion, LOL). Bahannya simpel dan gampang didapetin, total cuma ada 3 item aja.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

Bahan :
·      Sterofoam bentuk telur (ukuran bebas)
·      Push pin atau paku payung
·      Pilox atau cat semprot (warna bebas)

Alat :
·      Pin board bekas, sterofoam, atau kardus

Langkah-langkah singkat membuat Dragon Egg ala Game of Thrones

Langkah membuat :
1.Atur paku payung secara berjajar pada pin board bekas atau kardus (aku pribadi gunain sterofoam board tempat memo yang udah rusak, yang biasa digunain buat nempelin jadwal atau catatan), hindari saling bertumpukan atau terlalu rapat.
2.Semprot paku payung yang sudah ditata dengan pilox (baca cara penggunaan pada kemasan). Ulangi hingga beberapa kali agar hasil maksimal. Tunggu 2-4 jam hingga kering.
3.Setelah kering, aplikasikan paku payung pada sterofoam telur, dimulai pada bagian tengah bawah, melingkar keatas.
4.Lakukan secara teratur hingga paku payung menutupi seluruh permukaan sterofoam, jangan terlalu sering dicabut karena akan merusak permukaan sterofoam.

Sudah selesai. Cuma 4 langkah doang, tapi butuh ketekunan yang luar biasa, haha. Sterofoam bentuk telur ini bisa dibeli di toko kerajinan. Tapi kalo misalkan susah dicari, dalam kasusku sih aku beli sterofoam bentuk bola, terus aku potong dikit-dikit dibentuk jadi telur. Paku payungnya harus dicat dulu ya baru ditancepin ke sterofoamnya, kalo ditancepin dulu ke sterofoam telur baru disemprot cat bakalan gagal karena sterofoamnya korosi asal kena zat kimia cat. Untuk size telur yang aku pake (t:15cm, l:10cm) aku butuhin paku payung 550 buah (1 box besar isi 500 lebih 1 box kecil isi 50 buah), banyaknya paku payung yang dibutuhin tergantung ukuran telurnya ya. Selamat mencoba, semoga berhasil!
  
Budget :
·      Sterofoam bola diameter 15cm, IDR 22.5k
·      Paku payung, 1 box besar + 1 box kecil IDR 19 k
·      Pilox, IDR 17k
Total : IDR 58.5k

Friday, June 21, 2019

Rep : Wandecrist Crate Juni 2019

Main bundle Wandecrist Crate Juni the Sorcerer’s Stone

Ini pertama kalinya aku dapet subscription box, and I have the honor to represent Wandecrist Crate as one of their reps. Wandecrist Crate adalah subscription box dari @wandecrist bertema Harry Potter yang rilis setiap sebulan sekali dengan tema yang berbeda-beda tiap bulannya. Kebetulan aku berkesempatan jadi representative bulan Juni sampai September dengan tema the Sorcerer’s Stone untuk bulan Juni dan berlanjut tema sesuai buku Harry Potter untuk bulan selanjutnya.

Wandecrist Crate ini berisi barang-barang handmade Harry Potter produksi asli dari @wandecrist sesuai tema bulan terkait. Biasanya tiap bulan ada clue barang apa aja kira-kira yang bakal ada didalam crate ini, tapi sisanya rahasia dong biar surprise. Nah uniknya yang membedakan Wandecrist Crate ini dari subs box lain, Wandecrist  Crate bisa dipesan dalam 3 jenis bundle (paket) dan bisa disesuaikan dengan asrama kamu di Hogwarts.

Pertama, ada main bundle yang berisi 6-8 items (IDR 320.000), lalu ada little bundle yang berisi 4-6 items (IDR 210.000), yang terakhir paket paling ekonomis ada tiny bundle yang berisi 2-4 items (IDR 135.000). Jadi kalau mau pesan bisa pilih bundle yang sesuai sama budget dan kebutuhan, lalu pilih asrama sesuai keinginanmu. Ordernya bisa langsung DM ke instagram @wandecrist ya.

Bulan Juni ini temanya the Sorcerer’s Stone, dan dalam Wandecrist Crate kali ini isinya ada total 8 items untuk main bundle, yang terdiri dari :
·      Sorcerer’s Stone keychain
·      Remembrall (warna sesuai asrama)
·      Hedwig amirugumi keychain
·      Harry felt plush doll
·      Hogwarts letter
·      Hogwarts express ticket
·      Sorcerer’s Stone tote bag
·      Sorcerer’s Stone bookmark

Beberapa item Wandecrist Crate cocok untuk digunakan sebagai properti foto

Bundle kali ini overall aku suka isinya. Favoritku Hedwig amirugumi sama Hogwarts letter dengan namaku sendiri, serasa mau pergi ke Hogwarts beneran. Harry plush doll-nya juga cute banget, lengkap pakai jubah sama tongkat, enak buat dipeluk-peluk (LOL). Barang lainnya juga ga kalah bagus, semua bisa digunain. Kalaupun ada beberapa barang yang kurang usable, bisa dimanfaatkan buat prop foto, jadi pada akhirnya semua barang berguna.

Wandecrist Crate ini menurutku worth it banget dan wajib punya, selain barangnya unik dan gabisa ditemuin ditempat lain, calon customer juga dipermudah untuk pemesanannya. Pembeli bisa save slot dulu untuk booking Wandecrist Crate, bisa bayar sebagian tagihannya dan dilunasin pada tempo yang ditentukan. Jadi aman kalo misalkan mau nabung dulu. Ada juga bonus tambahan item untuk 10 pemesan pertama tiap bulannya, jadi mending cepet-cepet order di awal biar dapet bonus, hehe. Keuntungan lain, kamu juga bisa dapet diskon 10% untuk pemesanan Wandecrist Crate jenis bundle apapun. Caranya gunakan kode rep-ku WANDFIC10 saat melalukan pemesanan di @wandecrist. Ada juga tambahan potongan harga kalau kamu langganan Wandecrist Crate untuk beberapa bulan (pilihan langganan 3 dan 6 bulan), banyak banget kan untungnya.

Gausah ragu untuk order atau tanya-tanya seputar Wandecrist Crate ini, admin @wandecrist baik banget kok dan siap menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu. Satu hal yang terpenting, order disini dijamin terpercaya dan barang pasti sampai ketangan. Jadi selain berbagai keuntungan yang udah aku sebutin diatas, pelayanan di @wandecrist selalu diutamakan. Udah ga ragu lagi kan buat order Wandecrist Crate? Cus segera hubungin adminnya.

Beberapa item yang ada di Wandecrist Crate

Sunday, June 9, 2019

Book Review : Children of Blood and Bone

Rating : Children of Blood and Bone, 4.2 ★★★★☆

Judul : Children of Blood and Bone
#1 Legacy of Orisha
Pengarang : Tomi Adeyemi
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit : Mei 2019 di Indonesia
ISBN : 978-602-04-9888-1

Mereka membunuh ibuku. Mereka mengambil sihir kaumku. Mereka mencoba memusnahkan kaumku. Tapi sekarang kami bangkit melawan!

Zélie Adebola mengingat masa ketika sihir masih hidup di Orisha. Para Burner dengan nyala api mereka, para Tider yang membangkitkan gelombang, dan ibu Zélie yang membangkitkan jiwa.

Namun segalanya berubah ketika sihir menghilang. Di bawah titah sang raja yang keji, para Maji dibunuh, meninggalkan Zélie tanpa seorang ibu dan kaumnya tanpa harapan.

Sekarang Zélie memiliki kesempatan untuk membawa kembali sihir dan melawan kerajaan. Dengan bantuan dari putri raja yang pemberani, Zélie memperdaya dan melarikan diri dari sang putra mahkota, yang ditugaskan ayahnya untuk melenyapkan sihir selamanya dari kerajaan Orisha. 

Aku suka buku ini! I had no expectation before, karena aku orangnya gampang terserang slump dan akhirnya banyak buku yang berakhir DNF jadi gapernah bikin ekspektasi apa-apa sama buku baru. Buku pertama seri Legacy of Orisha ini cukup berhasil bikin aku hangover setelah selesai bacanya. Jujur aja pertama beli buku ini karena cover-nya cakep bangeeeet, udah itu doang. Begitu bukunya sampe di tangan, aku coba baca satu chapter. Hmmm, the first chapter is quite intriguing. Lalu lanjut baca chapter kedua, eh kebablasan gabisa berenti. Ceritanya seru dan menegangkan, apalagi tokoh heroine utama Zelie Adebola ini orangnya berapi-api. Semangatnya nular ke pembaca. Buku ini banyak action-nya, jadi ga gampang bikin bosen dan berhasil bikin aku deg-degan karena penasaran dan kebawa suasana.

Garis besarnya buku ini menceritakan petualangan Zélie, kakaknya Tzain, sama putri Amari (anaknya villain utama raja Saran) dalam misi petualangan mengembalikan sihir yang hilang dari negeri Orisha. Zelie ini seorang diviner atau calon maji (orang yang terberkati kekuatan) tapi belum punya kekuatan sihir karena sihir dihilangkan oleh raja Saran. Nah selama sihir hilang ini, banyak kaum maji yang ditindas dan dibantai oleh raja Saran karena dendam dan ketakutan orang kosidan (non-maji) terhadap sihir. Para diviner dan maji ini diperlakukan seperti budak, ditindas, dan dipanggil maggot (belatung). Suatu ketika saat ada kemungkinan sihir bisa kembali dipulihkan di Orisha, Zélie dan kawan-kawan ini berupaya mengembalikan sihir dan menyelamatkan para kaum maji dan melawan dari ketidakadilan. Selama perjalanan ini mereka diburu oleh kapten pasukan kerajaan sekaligus putra raja Saran, namanya pangeran Inan. Ceritanya lumayan seru lah, ada romance dikit-dikit yang bikin gregetan tapi ga terlalu bikin cringe. Watch out the twist!

Tomi Adeyemi dalam menulis cerita ini sedikit banyak terinspirasi dari perlakuan orang-orang (khususnya Amerika) terhadap orang kulit hitam yang tidak adil bahkan kejam. Salah satunya insiden penembakan polisi Amerika terhadap warga sipil kulit hitam tanpa sebab yang gabisa dibenarkan untuk tindakan tersebut, apalagi pelakunya bebas tanpa tuntutan. Tomi menggambarkan kehilangan yang dialami Zélie atas keluarga dan kematian ibunya terhadap kehilangan yang juga dirasakan oleh keluarga korban penembakan atas orang-orang yang mereka kasihi, which is so sad and awful. Semoga kejadian kaya gini gabakal ada lagi. Kita semua sama ko mau apapun warna kulit, ras, agama, atau perbedaan lain. We’re all human, not a monster, so act like a human and stop doing monstrous thing. Sedih lah setelah selesai baca buku ini, terus baca catatan penulis di bagian belakang dan baca kisah dibalik buku ini. I pray for a better, warm, loving world.

Sedikit kekurangan dari buku ini, plotnya agak lambat, apalagi pas ditengah-tengah, tapi terusin aja karena ceritanya seru pas diakhir. Saranku, nunggu buku duanya terbit dulu baru baca buku pertama, soalnya di ending meskipun seru tapi agak gantung, lebih enak kalo udah punya buku kedua biar ga gregetan karena penasaran. Overall, worth your time, apalagi denger-denger mau dibikin film kan, jadi antisipasi baca bukunya dulu sebelum nonton filmnya.

Wednesday, June 5, 2019

Bookstagram Indonesia Challenge (Mei) : Tumpukan Buku Warna-warni



Ini kedua kalinya aku ikutan bookstagram challenge, makasih banget sama @bookstagramindonesia dan @bookish.journal yang udah ngadain dan menyeponsori challenge bulan Mei ini, super seru! Tema bulan ini tumpukan buku warna-warni dan semua foto dari pesertanya cantik-cantik banget.

Minggu Pertama
Foto challenge minggu pertama, tumpukan buku hijau
Challenge minggu pertama itu #tumpukanbukuhijau cukup gampang sih menurutku, karena aku punya banyak banget buku yang spine-nya warna ijo. Pertanyaan untuk minggu pertama itu seputar rekomendasi buku buat ngabuburead selama bulan Ramadhan, kalo aku sih biasanya marathon novel Harry Potter as always.

Minggu Kedua
Foto challenge minggu kedua, tumpukan buku merah putih
Minggu kedua ini #tumpukanbukumerahputih bertepatan sama Hari Buku Nasional yang diperingati tanggal 17 Mei, feednya nasionalis banget merah putih semua. Ga terlalu susah sih ngerjain challenge ini, walaupun aku sebenernya kekurangan buku putih, haha. Pertanyaan minggu ini tentang jumlah TBR yang ada, waduh aku aku merasa bersalah jawabnya, karena lebih dari separuh buku yang aku punya itu TBR semua (mohon jangan ditiru, hanya bisa dilakukan oleh penimbun professional LOL).

Minggu Ketiga
Foto challenge minggu ketiga, tumpukan buku orange
Aku lumayan kesusahan nyari #tumpukanbukuoranye, yakin. Sebenernya ada beberapa sih, tapi aku bimbang mereka itu termasuk merah bata atau orange, haha. Akhirnya terpilihlah buku-buku seperti di foto, termasuk si Monster Book of Monsters-nya Harry Potter. Oh,  buat challenge kali ini adalah share tips mengatasi reading slump, simpel aja sih, gausah baca buku kalo emang males. Lakuin hal atau hobi lain sampe males bacanya ilang, works to me tho.

Minggu Keempat
Foto challenge minggu keempat, tumpukan buku kuning
Challenge minggu keempat itu bener-bener challenge buatku, aku cuma punya 2 buku yang warna spine-nya bener bener kuning. Jadi aku bingung mau pake apa buat bikin #tumpukanbukukuning. Lagi juga pas banget waktu itu instagram di batasin aksesnya sama pemerintah Indonesia, jadi kesulitan cari inspirasi. Akhirnya dengan sedikit improvisasi terfoto juga buat minggu keempat. Karena udah mendekati lebaran, bagi yang mau mudik aku rekomendasiin bawa the Selection Series karya Kiera Cass, yang ceritanya ringan dan bawanya juga ringan, haha.

Semoga bulan depan ada challenge bookstagram lagi. Aku kadang suka bingung karena kehabisan ide buat posting di instagram. Jadi kalo ngikutin challenge gini kan jadi rajin dan konsisten. Karena masih suasana lebaran, selamat Idul Fitri 1440 Hijriah ya bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin.