Sunday, May 17, 2020

11 Kegiatan Yang Bisa Dilakukan Saat Karantina


Halo, sudah hari keberapa kamu karantina #dirumahaja? I totally lost count. Semoga pandemi ini cepet berakhir, kangen banget jalan-jalan belanja, traveling, sama culinary hunting. Selama dirumah ini kadang bingung banget mau diisi kegiatan apa, tapi aku selalu berusaha kereatif cari kegiatan biar jiwaku tetep waras, haha. Tapi tetep aja rasa bosan itu pasti ada.

Mungkin kamu kehabisan ide mau ngapain aja selama terkurung dirumah. Makanya kali ini aku pengen bikin list kegiatan apa aja yang bisa dilakuin selama karantina, tidak termasuk kegiatan work from home sama ibadah ya (ibadah mah wajib), haha.

1. Baca buku atau novel
It works for me, selama dirumah aku berusaha menghabiskan novel TBR (to be read) yang menggunung. Coba cari bacaan yang menarik sesuai genre-mu, diusahakan yang series mungkin ya biar punya bacaan banyak, hehe.

2. Belanja online
Hmmm, karena gabisa ke mall mungkin seru kalau belanja online, serunya kalo lagi punya duit sih haha. Apalagi menjelang lebaran pasti banyak diskonan. Tapi please be wise menggunakan uang kamu, kita gatau sampai kapan pandemi ini berlangsung.

3. Melakukan kegiatan sosial
Nah ini kegiatan yang bermanfaat banget. Melakukan kegiatan sosial seperti sedekah, baksos atau donasi, tapi tetep kudu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan jaga jarak ya. Mulai dengan memberi bantuan kepada orang sekitar yang membutuhkan, kegiatan sosial bisa juga ko dilakuin dari rumah. Berdonasi online di platform terpercaya misalnya.

4. Memasak
Sebelum memasuki bulan puasa aku kalau gabut selalu bereksperimen bikin masakan baru. Kalau enak resepnya bisa dibagiin ke temen-temen lain, siapa tau mereka butuh resep baru juga.

5. Blogging
Mungkin agak ketinggalan jaman kali ya, tapi justru orang banyak mengakses blog selama karantina ini. Bisa berbagi curhatan maupun tips-tips berguna seperti workout, tutorial, dll.

6. Fotografi
Ini seru sih, ga harus dengan kamera profesional, dengan kamera ponsel pun bisa. Karena sekarang kamera ponsel pun ga kalah bagus dengan kamera profesional. Fotonya bisa dibagiin ke media sosial atau blog, it’s up to you.

7. Berkebun
Aku suka banget kotor-kotoran di kebun. Salah satu ide berkebun simpel, coba tanam sayur dan biji-bijian sisa memasak seperti cabai, tomat, sawi, kentang, bawang merah, dan wortel. Mereka gampang tumbuh dan ga ribet ngerawatnya.

8. Membuat kerajinan tangan
I do this a lot, to keep the craziness away. Seringnya kalau gabut cari inspirasi craft di Instagram maupun Pinterest, lalu nyoba bikin. Kalau gapunya bahan bisa beli online. Bagi yang butuh ide craft bisa cek di Craft and DIY punyaku ya.

9. Jurnaling
Corat coret buku jurnal itu membantu banget, entah nulis curhatan atau jurnal kegiatan sehari-hari. Feels like we befriended ourselves LOL.

10. Nonton film atau serial
Ada yang suka drakor? Cocok banget ditonton pas gabut dirumah. Kalo aku gasuka korea-koreaan jadi biasanya nonton film atau TV series, entah itu maraton Harry Potter 1-7, Game of Thrones season 1 sampai 8, atau nonton koleksi film Marvel. Bisa lewat yang berbayar seperti HOOQ, Viu, HBO, atau Netflix, bisa juga yang gratisan hasil download jaman masih ada Ganool (pssst illegal jangan ditiru).

11. Stay in touch with people
Karantina bukan berarti kita harus menyendiri dan ngumpet dibawah batu. Berbagi kabar dengan orang-orang terdekat bener-bener membantu membuat pikiran tetep waras dan menunjukkan kalau kita peduli.

Hmmmm sebenernya masih banyak banget kegiatan lain yang bisa dilakuin selama dirumah, bersih-bersih kamar misalnya (atau redecorate pasti seru). Tapi kalo udah bener bener suntuk dan gabut aku biasanya tidur atau makan, hahaha. Tapi karena ini bulan puasa, kegiatan paling bermanfaat ya memperbanyak ibadah, berbuat baik, dan sedekah. Semoga ada yang menginspirasi ya biar kamu ga bingung lagi selama karantina ini. Stay safe!

Saturday, May 16, 2020

Memanfaatkan Barang Bekas Menjadi Bird Feeder

Alat pemberi makan burung liar

Halo! Masih dalam suasana karantina, semoga sehat-sehat semua ya! Selama #dirumahaja ini aku sedikit banyak sering diserang rasa bosan, tapi Alhamdulillah aku bersyukur cuma merasakan bosan. Banyak orang-orang diluar sana yang kurang beruntung dan dilanda krisis serba kekurangan, bahkan diserang penyakit. Maka dari itu aku selalu mengingatkan dan menyarankan agar kita yang lebih beruntung ini selalu berbagi kepada mereka yang membutuhkan apapun bentuknya baik berupa materi maupun tenaga.

Okay, kembali ke topik utama. Aku selama dirumah sering usil cari-cari kegiatan yang berfaedah, haha. Kebetulan kemaren nemu banyak toples bekas nastar dan permen lalu kepikiran bikin bird feeder atau alat pemberi makan burung. Didepan kamar tidurku tu ada pohon rambutan yang cukup gede dan sering kedengeran banyak burung-burung berkicauan. Lalu kupikir kenapa ga aku kasih bird feeder aja ya biar makin banyak burung yang dateng. Selain itu juga mempermudah mereka mendapat akses makanan.

Bahan-bahan yang diperlukan gampang banget, cuma toples bekas, pisau cutter, bekas gelas plastik air mineral, sama tali. Tapi mohon maaf ya gabisa bikin tutorialnya karena aku lupa fotoin step-nya, ingetnya pas udah setengah jadi, huhu. Maka dari itu, aku coba kumpulin beberapa DIY bird feeder dari beberapa web yang simpel dan bahan-bahannya mudah didapat. Yuk kita lihat!

DIY bird feeder – Kelly Elko
Bird feeder ide Kelly Elko ini gampang banget buat dibikin. Memanfaatkan Loyang kue bekas, tinggal ditambah tali lalu digantung, sudah jadi!

DIY bird feeder – the Hilland
Bird feeder dari peternakan the Hilland ini memanfaatkan jerigen susu bekas. Caranya tinggal dilubangi dan diberi ranting atau dahan untuk pijakan burung lalu digantung, cocok juga dihias atau diwarnai untuk kegiatan craft anak-anak!

DIY bird feeder – Tonya Staab
Bird feeder satu ini berbahan utama stik es krim yang disusun, ide dari Tonya Staab ini cocok banget buat craft project anak-anak. Selain itu bahannya juga mudah dan murah!

DIY bird feeder – Nicole Burkholder
Ini juga bahannya mudah banget didapat. Bird feeder ide Nicole Burkholder ini cukup simpel, tinggal melubangi bagian wadah botol lalu ditempelkan ke piring plastik, diberi tali lalu digantung, jadi deh!

Jadi udah tau belum mau bikin bird feeder dari bahan apa? Kalau butuh inspirasi bird feeder model lain bisa lihat di Pinterest ya. Bird feeder dari bahan bekas ini menurutku sedikit membantu untuk mengolah sampah biar lebih berguna, selain juga mengajari kita untuk menyayangi hewan dan peduli dengan lingkungan. Oiya, dibawah ini bird feeder hasil buatanku yang kugantung di pohon, kalo versiku sih diatasnya kutambahanin bekas gelas air mineral untuk minumnya juga, biar sekalian, hehe. Selamat mencoba, semoga berguna!

Bird feeder hasil buatanku tergantung di pohon

Friday, May 1, 2020

Freebies : Harry Potter Bookmarks Printable

Bookmark novel Harry Potter

Pembatas buku itu menurutku salah satu benda yang wajib dipunyai book-lovers. Biasanya dari buku yang kita beli juga sudah disertai bookmark. Tapi ya ga semua buku sih, banyak juga buku bagus yang ga ada bookmark-nya. Contohnya serial novel Harry Potter cover lama ini, baik yang soft cover maupun hard cover ga ada bookmark-nya. Alhasil biasanya aku pakai bookmark disekitar aja yang ada, contohnya nota belanjaan atau bungkus permen (LOL), apa aja bisa dimanfaatin jadi bookmark sih menurutku.

Tapi berhubung kali ini lagi karantina #dirumahaja dan ga ada kerjaan, jadinya aku sempatin bikin bookmark untuk novel Harry Potter cover lama ini. Buat temen-temen yang punya seri novel Harry Potter ini semua boleh download kok, free of charge. Asal jangan diubah-ubah (edit) tanpa persetujuanku ya, atau diakuin sebagai karya kamu. Template bookmark-nya ini udah aku bikin format PDF pakai kertas A4, jadi praktis banget tinggal di print.

Kalau mau lebih awet, bookmark-nya bisa di print di kertas yang bagus dan tebal, atau bisa juga di laminasi biar ga ketekuk-tekuk. Oke, kalau mau download langsung bisa klik link dibawah ini ya :



Bookmark asrama Hogwarts

Oiya, selain bookmark untuk ketujuh novel Harry Potter, aku juga bikin bookmark keempat asrama Hogwarts, ala-ala aesthetic gitu. Kalo kamu punya instagram/bookstagram dan kebetulan lagi pakai bookmark dariku, jangan lupa mention atau tag aku ya di @fiction.friends. Silahkan di download ya, semoga bermanfaat!

DIY : Tutorial Membuat Pygmy Puff Harry Potter

Meet my Pygmy Puff, Candy and Bubblegum

Hari ini masih dalam suasana karantina COVID-19 nih, semoga selalu diberi kesehatan ya buat kita semua, dan semoga global epidemic ini cepat berakhir, Aamiin. Berhubung karantina dirumah ga ngapa-ngapain, kali ini aku pengen share tutorial bikin pygmy puff dari bola bulu alias pompom. Para Potterhead pasti ga asing dong sama pygmy puff? Hewan ajaib sejenis tikus yang punya bulu lebat sampai berbentuk bola ini pertama kali diperkenalkan di Weasleys’ Wizard Wheezez, merupakan salah satu hewan peliharaan favorit yang bisa dibawa kemana-mana. Bentuknya yang gembul mirip bola bulu ini pasti bikin siapapun jadi gemes. Biasanya pygmy puff ini berwarna ungu atau pink, tapi kali ini aku pengen bikin sesuai warna kesukaanku.

Bahan dan alatnya gampang banget kok, terutama butuh bola bulu atau pompom sama kain flanel (felt). Pompomnya bisa dibeli di toko aksesoris, biasanya dalam bentuk gantungan kunci, atau bisa juga beli langsung di toko bahan kerajinan, tapi karena sekarang lagi wabah bisa juga beli online di market place. Warna pygmy puff-nya sesuai selera aja ya, bebas pokoknya. Nah dibawah ini alat dan bahan juga tutorial bikin pygmy puff, yuk mulai berkreasi!

Bahan dan alat membuat Pygmy Puff

Bahan :
·      Bola bulu (pompom) ukuran 8cm atau lebih
·      Kain flanel (felt)
·      Dakron atau kapas
·      Manik-manik hitam untuk mata
·      Pastel pink atau blush on
·      Benang jahit senada dengan warna kain flanel
·      Lem bakar atau hot glue

Alat :
·      Gunting
·      Jarum jahit tangan
·      Pensil atau marker
·      Cotton bud

Pola kain flanel untuk kepala Pygmy Puff
Langkah membuat Pygmy Puff

Langkah membuat :
1.Buat pola seperti pada gambar diatas pada kain flanel lalu digunting.
2.Jahit bagian titik-titik pada pola 1 seperti pada gambar.
3.Balik kain flanel pola 1 sehingga bagian yang terjahit berada pada bagian dalam.
4.Warnai bagian dalam pola telinga dengan pastel pink atau bisa juga memakai blush on (eyeshadow pallet juga bisa) yang dioleskan pada cotton bud.
5.Satukan semua pola lalu mulai dijahit, sisakan sedikit bagian terbuka untuk tempat masuk dakron.
6.Masukkan dakron kedalam pola kepala lalu lanjutkan dijahit sampai tertutup.
7.Pasangkan manik-manik untuk mata boneka dimulai dari bagian belakang kepala tembus bagian depan, lalu masukkan manik-manik melalui jarum jahit. Kancingkan manik-manik kebagian belakang kepala dengan cara ditarik agak kencang lalu kembali ke bagian depan.
8.Ulangi langkah 8 sebanyak 3 sampai 4 kali sampai dirasa sudah kuat.
9.Kancingkan dengan simpul dibagian belakang kepala dan ulangi untuk mata sisi lainnya.
10.Setelah kedua mata terpasang, kini kepala pygmy puff sudah hampir jadi.
11.Siapkan pastel pink dan cotton bud untuk mewarnai bagian pipi dan mulut pygmy puff, jangan terlalu tebal ya biar ga terlalu menor.
12.Beri lem bakar pada bagian belakang kepala pygmy puff, bisa dengan menggunakan glue gun atau lemnya dibakar pakai lilin lalu tempelkan kepala pygmy puff pada pompom, pastikan sudah tertempel dengan kuat.

Gimana cukup simpel kan? Atau terkesan ribet? Haha. Sebenernya yang cukup terasa ribet mungkin bagian potong-memotong dan jahit-menjahit flanelnya, karena butuh ketelitian agar tampak rapi. Bahan yang dibutuhkan untuk bikin pygmy puff ini relatif sedikit, dari mulai flanel atau dakronnya ga perlu banyak-banyak. Bagi yang gabisa atau kesusahan menjahit flanel, bagian kepalanya bisa dibikin pakai clay atau tanah liat yang dibentuk dan diwarnai, mungkin aku bakalan bikin tutorialnya juga untuk pygmy puff versi clay ini.

Untuk sekarang bikin pygmy puff dari pompom dan flanel ini menurutku cukup menyenangkan untuk mengisi waktu luang selama karantina. Jangan lupa dicoba ya Potterhead, lucu banget dijadiin peliharaan atau buat prop foto, kalo kalian udah coba bikin jangan lupa di post di Instagram dan tag @fiction.friends. Oiya, pygmy puff-nya selalu dikandangin ya, biar ga bikin onar! Kalo ada pertanyaan jangan sungkan ya untuk bertanya lewat kolom komen atau e-mail!

Pygmy Puff di dalam kandang

Wednesday, April 8, 2020

My Top 10 Favorite Books All Time

Nulis post ini sebenernya cukup bikin galau, semua booklovers pasti merasa kesulitan buat nentuin buku-buku mana aja yang jadi favorit karena buku bagus itu banyak banget. Kriteria buku bagus itu juga subjektif sih bagi tiap orang, tapi bagiku buku yang masuk list favoritku itu yang jelas bikin merasa pengen cepet-cepet nyelesain karena penasaran dan jadi lupa waktu, terus nagih banget sampai berkali-kali reread pun gapernah bikin bosen. Nah dibawah ini 10 buku favoritku sepanjang masa (bisa berubah sewaktu-waktu, LOL).

1. Harry Potter
Serial Harry Potter by JK Rowling
It’s obvious, I know. Novel legendaris yang jadi best seller dimana-mana ini merupakan serial terbaik yang pernah aku baca. Dari segi cerita, karakter, fandom, world building, plot twist, pokoknya semua aku suka. Mungkin kedengerannya mainstream sih karena ini novel sejuta umat, tapi emang novel ini tuh terlalu perfect jadi menurutku impossible buat ga jatuh cinta sama dunia Harry Potter, thank JK Rowling for that. Aku juga termasuk fangirl garis keras, haha. Koleksi novelnya aja sampai dobel-dobel, belum termasuk merchandise dan lain-lainnya. Udah ga terhitung lagi sih berapa kali aja aku reread buku 1 sampai 7-nya selama bertahun-tahun ini, gapernah bosen sekalipun.

2. Throne of Glass
Ebook novel pertama Throne of Glass karya SJ Maas
Serial Throne of Glass ini baru aja aku selesain baca belum lama ini dan langsung nangkring di urutan kedua novel favoritku. Serial ini terdiri dari 8 novel, yaitu the Assasin’s Blade, Throne of Glass, Crown on Midnight, Heir of Fire, Queen of Shadows, Empire of Storms, Tower of Dawn, dan yang belum lama release Kingdom of Ash. Secara garis besar serial karya SJ Maas ini menceritakan kehidupan Celaena Sardothien, seorang remaja pembunuh bayaran yang ternyata adalah ratu yang hilang dari negeri Terrasen yang berjuang untuk merebut kembali kerajaannya. Yang paling bikin aku jatuh cinta sama novel ini karakter Celaena alias Aelin yang badass banget, bukan tuan putri lemah macam damsel in distress. Serial ini tergolong high fantasy dengan karakter utama sebagai Fae dan adanya sihir, witch, monster-monster dari sihir hitam, dan peran dewa-dewi.

3. Percy Jackson and the Olympians
Serial Percy Jackson and the Olympians karya Rick Riordan
Bukunya uncle Rick Riordan emang gapernah gagal bikin aku ketagihan, dan serial Percy Jackson and the Olympians ini yang paling top menurutku. Aku dari dulu emang penggemar berat mitologi Yunani, dan baca serial ini berasa diajak berpetualang ke masa Yunani kuno tapi di jaman modern, nah loh. Tokoh-tokoh mitologi Yunani diceritakan kembali dengan cara yang lebih fresh dan diadaptasi dengan dunia modern, apalagi karakter Percy ini asik banget dan humor recehnya bikin ga bosen baca serial ini meski udah berkali-kali!

4. Lockwood & Co.
Serial Lockwood & Co. karya Jonathan Stroud
Aku masih ga terima buku ini tamat cuma sampe buku kelima. Masih inget waktu selesai baca buku terakhirnya langsung hangover seminggu dan gabisa move on, kejam banget emang uncle Jonathan Stroud tuh bikin ending macam itu. Seriesnya Lockwood & Co. ini nagih banget asli deh. Mengisahkan petualangan Lucy, Lockwood, George, dan hantu tengkorak—Skull—yang tergabung dalam agensi Lockwood & Co. dalam memburu dan membasmi hantu di sepenjuru Kota London. Ini ceritanya emang agensi pemburu hantu tapi sama sekali ga horror sih, lebih ke adventure menurutku. Karakter favoritku adalah si Skull, dia tu hantu usil tengil dan mulutnya kotor banget, tapi ngangenin. Give my skull back, I need more!

5. ACOTAR Series
Serial A Court of Thorns and Roses karya SJ Maas
Sejujurnya series ini termasuk kategori lumayan di buku pertamanya, tapi pas buku keduanya mulai seru banget. Banyak plot twist tak terduga dan tokoh-tokoh yang mustahil ga bikin jatuh cinta, contohnya, ehem Rhysand. Buku pertama, yaitu A Court of Thorns and Roses merupakan retelling Beauty and the Beast tapi dengan tema high fantasy dengan tokoh-tokoh manusia dan Fae di negeri Prythian yang terbagi dalam kerajaan-kerajaan yang dipimpin oleh seorang High Lord. Ini adalah serial kedua karya SJ Maas yang jadi favoritku. Cukup banyak adegan dewasa di novel ini terutama mulai buku keduanya, jadi pastikan sudah cukup umur ya kalo mau baca, haha.

6. A Song of Ice and Fire
A Song of Ice and Fire karya GRR Martin
Serial novel karya GRR Martin yang diadaptasi menjadi TV show Game of Thrones ini emang epic banget. Gabisa banyak komentar, imajinasinya keren dan beliau ini salah satu penulis yang demen banget matiin karakter sesuka hati, LOL. Novelnya worth it buat dibaca, walaupun tebel bukunya cukup bikin pingsan kalo dipake buat nimpuk kepala orang.

7. The Selection Series
The Selection Series karya Kiera Cass
Aku mau ngaku kalo awalnya aku underestimate The Selection Series karya Kiera Cass ini, ya gimana ya sinopsisnya aja tentang kompetisi 35 wanita memperebutkan seorang pangeran yang sedang mencari isteri. Kukira bakalan cewek banget dan memuakkan. Tapi sekalinya mulai baca aku gabisa berenti dong, dan 3 novel dalam seri ini kuhabisin dalam waktu sehari tanpa tidur saking ketagihan banget. Ga cuma soal berebut si pangeran, novel ini juga mengisahkan sisi lain perjuangan tokoh utama—America Singer—dalam hal persahabatan, keberanian dalam melakukan hal yang benar, dan mengubah stereotype orang terhadap kasta rendah.

8. The Hunger Games Trilogy
The Hunger Games Trilogy karya Suzanne Collins
The Hunger Games Trilogy ini satu-satunya novel dystopia yang masuk list favoritku. Aku ga terlalu suka genre dystopia sih karena pas baca merasa tertekan aja menurutku, jadi ini termasuk sesuatu banget karena aku udah reread berkali kali. Favoritku dari ketiga novel ini adalah buku pertamanya, keren bangeeeeet.

9. The Vampire Academy
The Vampire Academy karya Richelle Mead
Series ini kurang banyak mendapat perhatian, padahal cukup keren dan seru loh walaupun sempat dibikin film dan gagal total. Ada 6 buku dari series The Vampire Academy karya Richelle Mead ini. Menceritakan petualangan Rose Hathaway, seorang dhampir (setengah vampir) yang belajar di akademi untuk menjadi pengawal sahabatnya, vampir bangsawan Putri Vasilisa Dragomir dari ancaman Strigoi (vampir jahat pembunuh), yang dalam prosesnya malah si Rose ini naksir sama pelatihnya Dimitri Belikov. Romance-nya dalem banget, duh bikin baper. Aku suka banget karakter Rose yang impulsive, super badass, dan cara ngomongnya yang kebanyakan sarkas. If you ask me, worth to read.

10. The Wrath and the Dawn Duology
The Wrath and the Dawn duology karya Renee Ahdieh
Duology yang terdiri dari the Wrath and the Dawn dan the Rose and the Dagger karya Renee Ahdieh ini merupakan retelling dari Kisah 1001 Malam atau Arabian Nights. Tokoh utamanya adalah Shahrzad, yang berniat membalas dendam kepada Raja Khorasan—Khalid Al-Rasyid—yang mencari isteri baru setiap hari lalu dibunuh saat matahari terbit. Namun Shahrzad menceritakan sebuah kisah kepada sang Raja menjelang matahari terbit untuk menunda kematiannya, seiring waktu, Shahrzad jatuh cinta kepada sang Raja dan satu-persatu rahasia mulai terbuka. Seru banget ini tuh, ceritanya simpel dan ga berlarut-larut. Cocok bagi yang butuh istirahat sejenak dari cerita high fantasy berjilid-jilid.

Kalo diperhatiin hampir semua novel favoritku genre-nya fantasy, kecuali ada satu dystopia—The Hunger Games. Aku emang penggemar berat fantasi sih, segala yang ada mahluk legenda, mitologi, sihir, peri, dan sejenisnya biasanya aku suka. Nah dari 10 daftar novel favoritku diatas, ada ga yang juga jadi favoritmu? Kasih tau di komen dong!

Monday, April 6, 2020

Book Review : Siege and Storm (Takhta dan Prahara)

Rating : Siege and Storm, 4.2 ★★★★☆
Judul : Siege and Storm (Takhta dan Prahara)
#2 The Grisha Trilogy
Pengarang : Leigh Bardugo
Penerjemah : Reni Indardini
Penerbit : POP Imprint KPG
Tahun terbit : 2020 di Indonesia
ISBN : 978-602-481-304-8

Kesaktian Alina Starkov sebagai Pemanggil Matahari harus dibayar mahal—diburu sepanjang Laut Sejati serta dihantui nyawa-nyawa yang terenggut saat dia melarikan diri bersama Mal, sahabat yang kini menjadi kekasihnya. Namun, mereka berdua tidak bisa berlama-lama sembunyi. Sementara itu, Sang Kelam semakin gigih menjalankan rencana yang disusunnya sejak awal, sekalipun itu berarti mengambil tindakan yang tidak masuk akal. Petualangan Alina semakin berwarna ketika ia terjebak di kapal Sturmhond, sang perompak partikelir ternama yang punya rahasianya sendiri.

Perjalanan membawa Alina kembali ke Ravka dan kehadirannya dianggap mukjizat oleh kaum fanatic. Dia bertekad kembali ke Istana Kecil dan memimpin pasukan Grisha. Namun, Alina justru terlibat dalam perebutan takhta di antara dua putra mahkota yang membuatnya semakin jauh dari Mal. Bukan hanya itu, bayang-bayang Sang Kelam yang begitu nyata kerap datang tiba-tiba dan membuat Alina tidak bisa membedakan halusinasi dan realita. Tak ada kejayaan tanpa pengorbanan, dan ketika prahara menyerang Ravka, sanggupkah Alina menjadi juru selamat bagi negerinya?

Sudah baca review-ku untuk buku pertamanya belum? Kalo belum, baca dulu Book Review : Shadow and Bone (Bayang dan Belulang)! Hal pertama yang kupikirin ketika pegang buku ini adalah mengagumi covernya yang cantik banget, apalagi bagian book spine-nya yang yaampun, keren sih. Oh, dan kemaren ga sia-sia aku berharap semoga buku kedua bakalan lebih bagus dari buku pertama, karena emang lebih seru dan menegangkan. Buku kedua ini banyak karakter-karakter baru bermunculan, dan tokohnya asik-asik semua! Favoritku ehem, Nikolai Lantsov, pinter banget dan penuh perhitungan.

Dibuku kedua ini pada bagian awal menceritakan petualangan Alina dan Mal diatas kapal perompak yang dipimpin Sturmhond sebagai sandera Sang Kelam—the Darkling—untuk mencari Sea Dragon yang digunakan sebagai amplifier kedua bagi Alina. Lalu setelah mereka terbebas dari Sang Kelam, Alina pergi ke Istana Kecil bersama Nikolai untuk mengambil alih komando Pasukan Kedua—Second Army—yang berisi pasukan Grisha. Disini hubungan Alina dan Mal diuji dan sempat renggang karena peran baru Alina sebagai pemimpin Grisha. Tapi entah kenapa aku kok ngerasa hubungan mereka tuh kurang dapet feel-nya ya, kurang greget gitu. Justru hubungan Alina dan the Darkling terkesan lebih kuat dan mendalam, menurutku karena mereka berdua setara dalam hal kekuatan jadi tau hal-hal yang sama-sama mereka rasakan, jadinya lebih cocok menurutku. Wah sepertinya aku juga udah mulai terjerat pesonanya the Darkling nih, haha.

Menjelang ending di buku kedua ini, Alina mencoba membunuh the Darkling (beserta dirinya sendiri) dengan cara meruntuhkan Chapel, tapi sayang gagal dan keduanya masih bisa selamat. Dibagian epilog buku ini juga diceritakan sepenggal kisah dari sudut pandang sang Perombak—the Tailor—alias Genya tentang sedikit gambaran kehidupannya di istana dan why she did what she did.

Overall aku suka sama buku ini, dan jauh lebih seru dari buku pertama. Jadi kalau merasa buku satu agak ngebosenin kudu sedikit lebih sabar dan wajib lanjutin buku kedua karena worth it buat dibaca. Tunggu review untuk buku ketiga ya, semoga cepet terbit!

Saturday, April 4, 2020

Game of Thrones : Book Vs TV Show Character Comparison

Daenerys Targaryen, Drogon, dan Jon Snow

Game of Thrones is the best TV show I’ve ever seen (last season excluded, well the ending’s shitty). Aku juga suka banget sama novel karya GRR Martin ini, jenius banget beliau tuh. Yah walaupun novel dan TV show-nya banyak adegan kekerasan, disgusting death, and lots of titties. Tapi ide ceritanya tuh keren abis, banyak plot twist tak terduga, dan karakternya kuat banget. Bahkan villain-nya punya daya tarik tersendiri, dan mau ga mau tetep suka sama karakter villain-nya (except maybe Joffrey, I hate him as much as I hate Umbridge). Ternyata novel ini ada versi ilustrasinya dong, dan aku telat banget taunya, ada juga game cards-nya, tapi sayangnya di Indonesia ga ada yang jual.

Nah kali ini aku pengen bandingin karakter tokoh Game of Thrones versi official illustration dengan versi TV show-nya. Semua artwork yang aku tampilin disini karya seniman Magali Villeneuve, all the copyright goes to the rightful owner. Asli deh artwork-nya keren-keren banget, salut buat Magali Villeneuve. Ga semua karakter bakalan aku tampilin ya, cuma tokoh utama dan beberapa tokoh yang aku berhasil nemuin artwork-nya aja, haha. Okay here we go.

Robb Stark
Robb Stark portrayed by Richard Madden
Yaampun dear Robb, he deserves better. Aku mewek bombay dong pas red wedding, jahatnyaaaaaa. Padahal si Robb ini salah satu dari sedikit karakter di GoT yang punya straight moral compass.

Arya Stark
Arya Stark portrayed by Maisie Williams
Arya ini salah satu karakter cewek di GoT yang menurutku pantes banget dijadiin idola. She’s so strong and brave. Dari anak kecil yang suka main pedang jadi one of the deadliest assassin! Tapi emang perjuangan Arya ini ga mudah sih, at least she got her family vengeance for the red wedding!

Sansa Stark
Sansa Stark portrayed by Sophie Turner
Oke, mungkin bukan opini paling populer sih ini, but I can’t stand her character. Sansa ini banyak berkembang seiring season di GoT, dari bocah naif manja yang nyebelin banget sampai jadi wanita kuat yang pinter politik, bahkan Queen in the North. But I still found her annoying nonetheless.

Joffrey Baratheon
Joffrey Baratheon portrayed by Jack Gleeson
Ugh pengen kucolok mata si Joffrey. Jahat banget ni orang, cocok jadi anaknya Dolores Umbridge. Ini salah satu karakter paling kubenci di alam semesta. Tapi lumayan puas sih matinya mengenaskan, haha.

Cersei dan Jaime Lannister
Cersei and Jaime Lannister portrayed by Lena Headey and Nikolaj Coster-Waldau
Hah si Cersei ini sebenernya nyebelin dan kampret luar biasa, tapi aku ga sebel-sebel amat sama karakternya. Tapi sayang banget dia matinya kurang greget. Kalo Jaime Lannister ini aku cukup netral karena orangnya sebenernya baik tergantung keadaan dan sudut pandang, tapi kadang suka sebel mau-maunya dibegoin Cersei, nurut banget lagi. Stand up for yourself dude!

Tyrion Lannister
Tyrion Lannister portrayed by Peter Dinklage
Tyrion ini salah satu karakter favoritku, selain pinter dia juga asik banget menurutku. Baik tapi ga ngebosenin, jalannya lurus tapi ga lurus-lurus amat, nah gimana tuh. Hidup dia tuh naik turun banget, korban fitnah berkali-kali, kasian.

Khal Drogo
Khal Drogo portrayed by Jason Momoa
Khal Drogo adalah korban bucinnya Daenerys, LOL. Kasian banget dong Daenerys pas ditinggal mati dan gapunya siapa-siapa lagi. Momen Khal Drogo favoritku itu pas dia nyiramin emas panas ke kepalanya di Viserys, puas banget, haha.

Jon Snow
Jon Snow portrayed by Kit Harington
Mas Jon ini favorit aku dong, someone who deserves a lot better. Hidupnya merana dari awal sampe akhir, ga sempet bahagia dia tuh. Kasian banget aseli, dan produser kampret malah ngebuat hidup dia jadi tambah merana di ending-nya, anggap saja season 7 gapernah ada.

Daenerys Targaryen
Daenerys Targaryen portrayed by Emilia Clarke
All hail Daenerys of the House Targaryen, the First of Her Name, The Unburnt, Queen of the Andals, the Rhoynar and the First Men, Queen of Meereen, Khaleesi of the Great Grass Sea, Protector of the Realm, Lady Regent of the Seven Kingdoms, Breaker of Chains and Mother of Dragons. Mbak Dany ini salah satu karakter wanita terkuat di fandom fantasi, karakter paling favorit di seri ini, who deserve a better ending. Pembunuhan karakter banget sih season 7 itu menurutku, seperti biasa anggap saja season 7 gapernah tayang. Tapi aku masih berharap Jon sama Dany bisa bersatu sih, at least they deserve each other.

Nah diatas itu beberapa tokoh utama Game of Thrones dan sedikit pendapatku tentang mereka, siapa tokoh favoritmu di serial ini? Jawab di komen dong! Sebenernya aku masih punya banyak comparison buat tokoh lain sih, tapi kok aku jadi kebawa sebel ya karena bahas ending season 7 yang kampret banget. Jadi untuk saat ini cukup ini dulu aja kali ya, mungkin kapan-kapan aku pengen bahas merchandise Game of Thrones atau Funko Pop-nya. See ya!