![]() |
The Wrath and the Dawn duology by Renée
Ahdieh
|
This
book left me hangover because I didn’t prepare for it. I truly had no
expectation over the duology.
Awalnya aku tertarik baca buku ini karena penasaran sama kisah Arabian Nights,
aku pernah nyoba baca Arabian Nights versi aslinya ga pernah bisa selesai (bahasanya
filsafat banget bikin ngantuk). Pas sekalinya baca retelling Arabian Nights versi Renée Ahdieh ini eh malah gabisa
berenti. Aku inget banget mulai baca buku pertama kemarin pas weekend sehabis dhuhur, selesai sampe
tamat buku kedua itu jam 1 malem, wkwk ngebut ga sampe 24 jam.
Once I begin, I could never stop. Apalah daya
aku langsung jadi bucinnya Khalid. Dia tu misterius romantis gimana gitu, aku
juga suka sama Shahrzad alias Shazi dan mulutnya yang pedes kaya cabe. Mungkin romance
di buku ini tu agak klise ya enemy turn into
love, tapi menurutku Renée Ahdieh berhasil mengemas kisahnya jadi ga bikin cringe saat bacanya. Baca buku ini
meskipun romance tapi ga pernah
ngebosenin, selalu diselingi bagian-bagian menegangkan dan misterius jadi
selalu bikin penasaran sama kelanjutan kisahnya.
Banyak hal tak terduga terjadi di novel ini,
untuk buku pertamanya the Wrath and the Dawn lebih banyak mengambil setting tempat di dalam istana Rey di
negeri Khorasan yang mengisahkan tentang Khalid dan Shazi. Meskipun diceritakan
juga masa lalu Shazi, Tariq Imran al-Ziyad yang berupaya merebut kembali Shazi
dari tangan Khalid. Dibuku ini bakalan dikupas tuntas kisah Khalid dan masa
lalunya kenapa bisa jadi seperti sekarang. Menurutku perkembangan kisah Shazi
dan Khalid ini moved too fast, cepet
banget asli. Tapi aku masih bisa enjoy
aja dan ga terlalu terasa dipaksakan. Yang bikin baper dari buku ini salah
satunya adalah panggilan sayang Khalid ke Shazi, joonam, yang artinya segalaku atau my everything. Duh, baper.
Buku keduanya, the Rose and the Dagger,
mengisahkan perjuangan Shazi di gurun pasir bersama rombongan Tariq setelah dia
dibawa (diculik) kesana. Meskipun Shazi dan Khalid terpisah jarak, tapi Shazi
tetap berusaha menghilangkan kutukan Khalid. Buku keduanya lebih banyak
membahas perang sih, dan tokohnya masih sama, cuma ada satu tokoh baru yang
perannya signifikan. Dibuku kedua ini, banyak tokoh sampingan dari buku pertama
yang perannya cukup signifikan, dan tercerahkan sudah pertanyaan dari buku
pertama yang belum terjawab. Banyak plot
twist juga, terutama di bagian menjelang akhir. Wow, I didn't see that coming.
Buku ini berakhir happy ending (bagi sebagian tokoh). Kisahnya cukup ringan tapi seru
buat dibaca, terutama buat yang udah lelah sama novel high fantasy berseries macam diriku. And I have to say, I love this series so much, it left me hangover, so
once I finished the second book, I start to read the first book again. Sampe
segitunya aku jadi bucinnya Khalid. I don’t
mind tho.
Ratings
Book #1 the Wrath and the Dawn, 4.6 ★★★★★
Book #2 the Rose and the Dagger, 4.0 ★★★★☆








0 comments:
Post a Comment