Tuesday, August 27, 2019

Book Review : Wonder by R.J Palacio

Rating : Wonder, 4.6 ★★★★★

Judul : Wonder
Pengarang : R.J. Palacio
Penerjemah : Harisa Permatasari
Penerbit : Atria
Tahun terbit : September 2012
ISBN : 978-979-024-508-2

“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita dibalik topeng.”

August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibuloficial Dysostosis, sebuah kondisi rumit yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat  berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya, dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi-operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.

Novel ini menguras emosi dan airmata. Menceritakan kisah Auggie saat pertama kali menjalani sekolah umum, bagaimana perlakuan guru dan teman-temannya. Seperti biasa, awalnya mereka kaget karena wajah Auggie yang ga normal dan terkesan “seram”. Sebagian tentu meledek dan menjauhi Auggie, tapi sebagian juga tulus jadi temennya Auggie. Sebenernya secara sifat dan mental, Auggie tu sangat normal seperti halnya anak-anak lain, cuma karena memiliki wajah yang berbeda makanya Auggie dianggap berbeda oleh orang sekitarnya.

Perlakuan temen-temen Auggie di sekolah juga cukup kejam sih, bullying. Mereka mengejek Auggie dengan berbagai sebutan. Bocah Tikus. Aneh. Monster. Freddy Krueger. E.T. Menjijikkan. Wajah Kadal. Mutan. Wow, so damn cruel. Dan aku emang tau hal kaya gini ga cuma terjadi di cerita fiksi. Tokoh antagonis disini namanya Julian, teman sekelasnya Auggie. Tipe-tipe bocah nyebelin yang baik kalo didepan orang tua aja, padahal dibelakang dia jahat banget sampe ngirim notes kata-kata kasar ke Auggie. Bahkan orang tuanya Jullian juga jahat sih ke Auggie, nge-crop Auggie dari foto sekolah karena mukanya dianggap “merusak pemandangan” oh so sick. Tapi semua perlakuan Julian ke Auggie dan sebab-sebabnya bakalan diceritain di bab khusus di novella terpisah judulnya the Julian Chapter. Aku udah baca novella ini dan bagus banget sih sama-sama menguras air mata, akhirnya mereka berdua juga saling memaafkan dan temenan.

Dibuku ini ga cuma menceritakan kisah dari sudu pandang Auggie, tapi juga kakak Auggie, Via, pacarnya Via, Justin, temennya Via, Miranda, dan teman Auggie, Summer & Jack. Dari sudut pandang Via, dia sebenernya sangat sayang sama Auggie, tapi kadang merasa tersisihkan dari perhatian orang tuanya karena Auggie emang butuh perhatian ekstra. Juga masalah Via sama temen-temennya disekolah. Dari sudut pandang Summer dan Jack, menceritakan persahabatan tulus mereka sama Auggie yang awalnya ga gampang. Banyak salah paham karena Auggie merasa mereka jadi temen Auggie karena disuruh sama kepala sekolah Beech Prep, Mr. Tushman yang baik. Setelah salah pahamnya clear, mereka berdua jadi orang terdekat Auggie disekolah, yang selalu ngebelain dan support Auggie.

Overall aku suka banget sama buku ini, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil. Bahkan dari kejadian yang dialamin anak kecil sekalipun. Baca buku ini menurutku wajib dilakukan ditempat sepi, karena aku gabisa berenti mewek, haha. Terharu banget sepanjang cerita. Berharap juga novel lainnya yang masih berhubungan sama Wonder ini juga diterbitin di Indonesia, kaya 365 Days of Wonder, Auggie and Me, dan lain lain. Aku udah baca sebagian dan sama bagusnya kaya Wonder.

Satu kelemahan di buku Wonder terjemahan ini, ada beberapa bagian terutama dari sudut pandang Justin (pacarnya Via) yang berantakan. Ga ada huruf kapital diawal kalimat yang bikin bingung bacanya, keliatan sama sekali ga dibenerin sama editornya. Selain itu semuanya lumayan sih, bahasa terjemahannya juga fine enak dibaca. Buku ini recommended banget bagi yang perlu motivasi, dan membuat kita belajar lebih bersyukur menjalani kehidupan.

0 comments:

Post a Comment