![]() |
Rating : Wonder, 4.6 ★★★★★
|
Judul : Wonder
Pengarang : R.J. Palacio
Penerjemah : Harisa Permatasari
Penerbit : Atria
Tahun terbit : September 2012
ISBN : 978-979-024-508-2
“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita dibalik topeng.”
August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan
Mandibuloficial Dysostosis, sebuah kondisi rumit yang membuat wajahnya tampak
tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan
luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun,
bagi segelintir orang yang mengenalnya, dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan
pemberani.
Auggie mengalami petualangan yang lebih
menakutkan daripada operasi-operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid
kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah
hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat
tidak biasa.
Novel ini menguras emosi dan airmata.
Menceritakan kisah Auggie saat pertama kali menjalani sekolah umum, bagaimana
perlakuan guru dan teman-temannya. Seperti biasa, awalnya mereka kaget karena
wajah Auggie yang ga normal dan terkesan “seram”. Sebagian tentu meledek dan
menjauhi Auggie, tapi sebagian juga tulus jadi temennya Auggie. Sebenernya
secara sifat dan mental, Auggie tu sangat normal seperti halnya anak-anak lain,
cuma karena memiliki wajah yang berbeda makanya Auggie dianggap berbeda oleh
orang sekitarnya.
Perlakuan temen-temen Auggie di sekolah juga
cukup kejam sih, bullying. Mereka
mengejek Auggie dengan berbagai sebutan. Bocah Tikus. Aneh. Monster. Freddy
Krueger. E.T. Menjijikkan. Wajah Kadal. Mutan. Wow, so damn cruel. Dan aku emang tau hal kaya gini ga cuma terjadi
di cerita fiksi. Tokoh antagonis disini namanya Julian, teman sekelasnya
Auggie. Tipe-tipe bocah nyebelin yang baik kalo didepan orang tua aja, padahal
dibelakang dia jahat banget sampe ngirim notes
kata-kata kasar ke Auggie. Bahkan orang tuanya Jullian juga jahat sih ke
Auggie, nge-crop Auggie dari foto
sekolah karena mukanya dianggap “merusak pemandangan” oh so sick. Tapi semua perlakuan Julian ke Auggie dan
sebab-sebabnya bakalan diceritain di bab khusus di novella terpisah judulnya the Julian Chapter. Aku udah baca novella ini dan bagus banget sih
sama-sama menguras air mata, akhirnya mereka berdua juga saling memaafkan dan
temenan.
Dibuku ini ga cuma menceritakan kisah dari
sudu pandang Auggie, tapi juga kakak Auggie, Via, pacarnya Via, Justin,
temennya Via, Miranda, dan teman Auggie, Summer & Jack. Dari sudut pandang
Via, dia sebenernya sangat sayang sama Auggie, tapi kadang merasa tersisihkan
dari perhatian orang tuanya karena Auggie emang butuh perhatian ekstra. Juga
masalah Via sama temen-temennya disekolah. Dari sudut pandang Summer dan Jack,
menceritakan persahabatan tulus mereka sama Auggie yang awalnya ga gampang.
Banyak salah paham karena Auggie merasa mereka jadi temen Auggie karena disuruh
sama kepala sekolah Beech Prep, Mr. Tushman yang baik. Setelah salah pahamnya clear, mereka berdua jadi orang terdekat
Auggie disekolah, yang selalu ngebelain dan support
Auggie.
Overall aku suka banget sama buku ini, banyak
pelajaran dan hikmah yang bisa diambil. Bahkan dari kejadian yang dialamin anak
kecil sekalipun. Baca buku ini menurutku wajib dilakukan ditempat sepi, karena
aku gabisa berenti mewek, haha. Terharu banget sepanjang cerita. Berharap juga
novel lainnya yang masih berhubungan sama Wonder ini juga diterbitin di
Indonesia, kaya 365 Days of Wonder, Auggie and Me, dan lain lain. Aku udah baca
sebagian dan sama bagusnya kaya Wonder.
Satu kelemahan di buku Wonder terjemahan ini,
ada beberapa bagian terutama dari sudut pandang Justin (pacarnya Via) yang
berantakan. Ga ada huruf kapital diawal kalimat yang bikin bingung bacanya,
keliatan sama sekali ga dibenerin sama editornya. Selain itu semuanya lumayan
sih, bahasa terjemahannya juga fine
enak dibaca. Buku ini recommended banget
bagi yang perlu motivasi, dan membuat kita belajar lebih bersyukur menjalani
kehidupan.








0 comments:
Post a Comment