![]() |
Novel Sherlock Holmes dan Agatha
Christie
|
Bagi penggemar novel detektif tentu ga asing
lagi dong sama penulis Sir Arthur Conan Doyle dan tokoh ikoniknya Sherlock
Holmes, atau Agatha Christie dengan tokohnya Hercule Poirot dan Miss Marple. Kedua
penulis tersebut merupakan favoritku dalam genre
detektif misteri. Novelnya sama-sama menarik dengan tokoh detektif hebat
yang punya cara memecahkan misteri yang beneran keren dan bikin ga habis pikir,
cerdik banget.
Kedua penulis sama-sama mengambil latar
belakang negara Inggris sebagai setting
tempat kejadiannya. Sherlock Holmes dengan tempat ikoniknya 221B Baker Street,
mengambil latar waktu pada abad ke 18. Sedangkan Agatha Christie pada abad 19.
Sudut pandang novel Sherlock Holmes kebanyakan melalui kolega Holmes, dr.
Watson, meskipun ada beberapa kisah yang dinarasikan langsung oleh Holmes. Kalau
novel Agatha Christie sudut pandangnya berbeda-beda dari beberapa orang
sekaligus, namun tokoh detektif yang digunakan diantara Hercule Poirot atau
Miss Marple.
Yang menarik dan bikin selalu penasaran sama
petualangan Sherlock Holmes itu adalah cara dia menyimpulkan dan memecahkan
masalah dengan bantuan dr. Watson. Petunjuk-petunjuk yang mungkin terlihat sepele
justru menjadi kunci pemecahan masalah yang ga bakal disangka-sangka jika
nantinya dijelaskan oleh Sherlock. Inilah yang selalu ditunggu-tunggu sama
pembaca novel Sherlock Holmes. Sedangkan untuk novel Agatha Christie, masalah
utamanya adalah selalu “menemukan siapa tersangka pembunuhan”. Semua novel
Agatha Christie adalah tentang pembunuhan yang diungkapkan lebih kepada sisi
psikologi. Biasanya akan dibuat seolah-olah banyak banget tokoh yang jadi suspect pembunuhan, yang bikin pembaca selalu
menebak-nebak.
Sejujurnya, ada beberapa judul novel (aku
belum baca semua novelnya) Agatha Christie yang menurutku agak ngebosenin
karena melulu soal pembunuhan. Meskipun kadang tersangkanya bener-bener ga
terduga. Menurutku Agatha Christie juga terlalu banyak membeberkan petunjuk dan
menyembunyikan petunjuk. Jadi sebagai pembaca aku merasa overwhelming dengan banyaknya suspect
pembunuhan dan fakta-fakta yang ada, yang malah bikin aku bosen ditengah jalan
karena kelamaan jelasinnya dan pelaku sebenernya ga juga diungkapkan.
Kalau novel Sherlock Holmes ceritanya bervariasi
ga cuma soal pembunuhan. Mulai dari barang hilang, diperas, mencari orang
hilang, pencurian, penipuan, banyak banget lah pokoknya dan lebih close to reality karena dekat dengan
kejadian sehari-hari. Dan sejujurnya, aku gapernah bosen baca Sherlock Holmes
karena selalu dibikin penasaran sama bagaimana cara Sherlock memecahkan
masalahnya. Selain itu, ada beberapa kasus Sherlock Holmes yang saling
berkaitan yang bikin tambah seru. Ada juga tokoh villain yang sama-sama pintar,
yaitu Professor Moriarty yang bakal jadi arch
nemenis-nya Sherlock. Which I think
make Sherlock Holmes stories more interesting. Tapi Sherlock juga punya dark side, yaitu gampang stress dan depresi kalau otaknya
nganggur (penyakit orang pinter gitu kali ya, haha) dan selalu lari ke narkoba
dan alkohol, which quite bother me and I
don’t like it.
Aku pribadi lebih suka baca Sherlock Holmes
karya Arthur Conan Doyle dibanding novel Agatha Christie karena lebih surprising dan cara penyampaiannya ga
ngebosenin. Kedua novelis punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi menurutku
keduanya sama-sama berhasil bikin para penggemarnya selalu terhibur dengan
cerita detektifnya. So, which one is your
favorite?








0 comments:
Post a Comment