Friday, September 20, 2019

Lebih Suka Mana, Conan Doyle atau Agatha Christie?

Novel Sherlock Holmes dan Agatha Christie

Bagi penggemar novel detektif tentu ga asing lagi dong sama penulis Sir Arthur Conan Doyle dan tokoh ikoniknya Sherlock Holmes, atau Agatha Christie dengan tokohnya Hercule Poirot dan Miss Marple. Kedua penulis tersebut merupakan favoritku dalam genre detektif misteri. Novelnya sama-sama menarik dengan tokoh detektif hebat yang punya cara memecahkan misteri yang beneran keren dan bikin ga habis pikir, cerdik banget.

Kedua penulis sama-sama mengambil latar belakang negara Inggris sebagai setting tempat kejadiannya. Sherlock Holmes dengan tempat ikoniknya 221B Baker Street, mengambil latar waktu pada abad ke 18. Sedangkan Agatha Christie pada abad 19. Sudut pandang novel Sherlock Holmes kebanyakan melalui kolega Holmes, dr. Watson, meskipun ada beberapa kisah yang dinarasikan langsung oleh Holmes. Kalau novel Agatha Christie sudut pandangnya berbeda-beda dari beberapa orang sekaligus, namun tokoh detektif yang digunakan diantara Hercule Poirot atau Miss Marple.

Yang menarik dan bikin selalu penasaran sama petualangan Sherlock Holmes itu adalah cara dia menyimpulkan dan memecahkan masalah dengan bantuan dr. Watson. Petunjuk-petunjuk yang mungkin terlihat sepele justru menjadi kunci pemecahan masalah yang ga bakal disangka-sangka jika nantinya dijelaskan oleh Sherlock. Inilah yang selalu ditunggu-tunggu sama pembaca novel Sherlock Holmes. Sedangkan untuk novel Agatha Christie, masalah utamanya adalah selalu “menemukan siapa tersangka pembunuhan”. Semua novel Agatha Christie adalah tentang pembunuhan yang diungkapkan lebih kepada sisi psikologi. Biasanya akan dibuat seolah-olah banyak banget tokoh yang jadi suspect pembunuhan, yang bikin pembaca selalu menebak-nebak.

Sejujurnya, ada beberapa judul novel (aku belum baca semua novelnya) Agatha Christie yang menurutku agak ngebosenin karena melulu soal pembunuhan. Meskipun kadang tersangkanya bener-bener ga terduga. Menurutku Agatha Christie juga terlalu banyak membeberkan petunjuk dan menyembunyikan petunjuk. Jadi sebagai pembaca aku merasa overwhelming dengan banyaknya suspect pembunuhan dan fakta-fakta yang ada, yang malah bikin aku bosen ditengah jalan karena kelamaan jelasinnya dan pelaku sebenernya ga juga diungkapkan.

Kalau novel Sherlock Holmes ceritanya bervariasi ga cuma soal pembunuhan. Mulai dari barang hilang, diperas, mencari orang hilang, pencurian, penipuan, banyak banget lah pokoknya dan lebih close to reality karena dekat dengan kejadian sehari-hari. Dan sejujurnya, aku gapernah bosen baca Sherlock Holmes karena selalu dibikin penasaran sama bagaimana cara Sherlock memecahkan masalahnya. Selain itu, ada beberapa kasus Sherlock Holmes yang saling berkaitan yang bikin tambah seru. Ada juga tokoh villain yang sama-sama pintar, yaitu Professor Moriarty yang bakal jadi arch nemenis-nya Sherlock. Which I think make Sherlock Holmes stories more interesting. Tapi Sherlock juga punya dark side, yaitu gampang stress dan depresi kalau otaknya nganggur (penyakit orang pinter gitu kali ya, haha) dan selalu lari ke narkoba dan alkohol, which quite bother me and I don’t like it.

Aku pribadi lebih suka baca Sherlock Holmes karya Arthur Conan Doyle dibanding novel Agatha Christie karena lebih surprising dan cara penyampaiannya ga ngebosenin. Kedua novelis punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi menurutku keduanya sama-sama berhasil bikin para penggemarnya selalu terhibur dengan cerita detektifnya. So, which one is your favorite?

0 comments:

Post a Comment