Judul : Children of Blood and Bone
#1 Legacy of Orisha
#1 Legacy of Orisha
Pengarang : Tomi Adeyemi
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit : Mei 2019 di Indonesia
ISBN : 978-602-04-9888-1
Mereka membunuh ibuku. Mereka mengambil sihir kaumku. Mereka
mencoba memusnahkan kaumku. Tapi sekarang kami bangkit melawan!
Zélie Adebola mengingat masa ketika sihir masih hidup di
Orisha. Para Burner dengan nyala api mereka, para Tider yang membangkitkan
gelombang, dan ibu Zélie yang membangkitkan jiwa.
Namun segalanya berubah ketika sihir menghilang. Di bawah
titah sang raja yang keji, para Maji dibunuh, meninggalkan Zélie tanpa seorang
ibu dan kaumnya tanpa harapan.
Sekarang Zélie memiliki kesempatan untuk membawa kembali
sihir dan melawan kerajaan. Dengan bantuan dari putri raja yang pemberani,
Zélie memperdaya dan melarikan diri dari sang putra mahkota, yang ditugaskan
ayahnya untuk melenyapkan sihir selamanya dari kerajaan Orisha.
Aku suka buku ini! I had no expectation before, karena aku orangnya gampang terserang slump dan akhirnya banyak buku yang berakhir DNF jadi gapernah bikin ekspektasi apa-apa sama buku baru. Buku
pertama seri Legacy of Orisha ini cukup berhasil bikin aku hangover setelah selesai bacanya. Jujur aja pertama beli buku ini
karena cover-nya cakep bangeeeet, udah
itu doang. Begitu bukunya sampe di tangan, aku coba baca satu chapter. Hmmm, the first chapter is quite intriguing. Lalu lanjut baca chapter kedua, eh kebablasan gabisa
berenti. Ceritanya seru dan menegangkan, apalagi tokoh heroine utama Zelie Adebola ini orangnya berapi-api. Semangatnya
nular ke pembaca. Buku ini banyak action-nya,
jadi ga gampang bikin bosen dan berhasil bikin aku deg-degan karena penasaran
dan kebawa suasana.
Garis besarnya buku ini menceritakan
petualangan Zélie, kakaknya Tzain, sama putri Amari (anaknya villain utama raja Saran) dalam misi
petualangan mengembalikan sihir yang hilang dari negeri Orisha. Zelie ini
seorang diviner atau calon maji (orang yang terberkati kekuatan)
tapi belum punya kekuatan sihir karena sihir dihilangkan oleh raja Saran. Nah
selama sihir hilang ini, banyak kaum maji
yang ditindas dan dibantai oleh raja Saran karena dendam dan ketakutan orang kosidan (non-maji) terhadap sihir. Para diviner dan maji ini diperlakukan seperti budak, ditindas, dan dipanggil maggot (belatung). Suatu ketika saat ada
kemungkinan sihir bisa kembali dipulihkan di Orisha, Zélie dan kawan-kawan ini
berupaya mengembalikan sihir dan menyelamatkan para kaum maji dan melawan dari
ketidakadilan. Selama perjalanan ini mereka diburu oleh kapten pasukan kerajaan
sekaligus putra raja Saran, namanya pangeran Inan. Ceritanya lumayan seru lah,
ada romance dikit-dikit yang bikin
gregetan tapi ga terlalu bikin cringe.
Watch out the twist!
Tomi Adeyemi dalam menulis cerita ini sedikit
banyak terinspirasi dari perlakuan orang-orang (khususnya Amerika) terhadap
orang kulit hitam yang tidak adil bahkan kejam. Salah satunya insiden
penembakan polisi Amerika terhadap warga sipil kulit hitam tanpa sebab yang
gabisa dibenarkan untuk tindakan tersebut, apalagi pelakunya bebas tanpa
tuntutan. Tomi menggambarkan kehilangan yang dialami Zélie atas keluarga dan
kematian ibunya terhadap kehilangan yang juga dirasakan oleh keluarga korban
penembakan atas orang-orang yang mereka kasihi, which is so sad and awful. Semoga kejadian kaya gini
gabakal ada lagi. Kita semua sama ko mau apapun warna kulit, ras, agama, atau
perbedaan lain. We’re all human, not a
monster, so act like a human and stop doing monstrous thing. Sedih lah
setelah selesai baca buku ini, terus baca catatan penulis di bagian belakang
dan baca kisah dibalik buku ini. I pray
for a better, warm, loving world.
Sedikit kekurangan dari buku ini, plotnya
agak lambat, apalagi pas ditengah-tengah, tapi terusin aja karena ceritanya
seru pas diakhir. Saranku, nunggu buku duanya terbit dulu baru baca buku
pertama, soalnya di ending meskipun
seru tapi agak gantung, lebih enak kalo udah punya buku kedua biar ga gregetan
karena penasaran. Overall, worth your
time, apalagi denger-denger mau dibikin film kan, jadi antisipasi baca
bukunya dulu sebelum nonton filmnya.








Makasih kak reviewnya membantu bgttt, aku kayanya bakalan beli buku ini, suka YA ttg magic gitu
ReplyDeleteHalo, senang bisa membantu. Bukunya worth it banget kok, ga cuma tentang sihir aja, banyak petualangan serunya juga
Delete