Wednesday, April 8, 2020

My Top 10 Favorite Books All Time

Nulis post ini sebenernya cukup bikin galau, semua booklovers pasti merasa kesulitan buat nentuin buku-buku mana aja yang jadi favorit karena buku bagus itu banyak banget. Kriteria buku bagus itu juga subjektif sih bagi tiap orang, tapi bagiku buku yang masuk list favoritku itu yang jelas bikin merasa pengen cepet-cepet nyelesain karena penasaran dan jadi lupa waktu, terus nagih banget sampai berkali-kali reread pun gapernah bikin bosen. Nah dibawah ini 10 buku favoritku sepanjang masa (bisa berubah sewaktu-waktu, LOL).

1. Harry Potter
Serial Harry Potter by JK Rowling
It’s obvious, I know. Novel legendaris yang jadi best seller dimana-mana ini merupakan serial terbaik yang pernah aku baca. Dari segi cerita, karakter, fandom, world building, plot twist, pokoknya semua aku suka. Mungkin kedengerannya mainstream sih karena ini novel sejuta umat, tapi emang novel ini tuh terlalu perfect jadi menurutku impossible buat ga jatuh cinta sama dunia Harry Potter, thank JK Rowling for that. Aku juga termasuk fangirl garis keras, haha. Koleksi novelnya aja sampai dobel-dobel, belum termasuk merchandise dan lain-lainnya. Udah ga terhitung lagi sih berapa kali aja aku reread buku 1 sampai 7-nya selama bertahun-tahun ini, gapernah bosen sekalipun.

2. Throne of Glass
Ebook novel pertama Throne of Glass karya SJ Maas
Serial Throne of Glass ini baru aja aku selesain baca belum lama ini dan langsung nangkring di urutan kedua novel favoritku. Serial ini terdiri dari 8 novel, yaitu the Assasin’s Blade, Throne of Glass, Crown on Midnight, Heir of Fire, Queen of Shadows, Empire of Storms, Tower of Dawn, dan yang belum lama release Kingdom of Ash. Secara garis besar serial karya SJ Maas ini menceritakan kehidupan Celaena Sardothien, seorang remaja pembunuh bayaran yang ternyata adalah ratu yang hilang dari negeri Terrasen yang berjuang untuk merebut kembali kerajaannya. Yang paling bikin aku jatuh cinta sama novel ini karakter Celaena alias Aelin yang badass banget, bukan tuan putri lemah macam damsel in distress. Serial ini tergolong high fantasy dengan karakter utama sebagai Fae dan adanya sihir, witch, monster-monster dari sihir hitam, dan peran dewa-dewi.

3. Percy Jackson and the Olympians
Serial Percy Jackson and the Olympians karya Rick Riordan
Bukunya uncle Rick Riordan emang gapernah gagal bikin aku ketagihan, dan serial Percy Jackson and the Olympians ini yang paling top menurutku. Aku dari dulu emang penggemar berat mitologi Yunani, dan baca serial ini berasa diajak berpetualang ke masa Yunani kuno tapi di jaman modern, nah loh. Tokoh-tokoh mitologi Yunani diceritakan kembali dengan cara yang lebih fresh dan diadaptasi dengan dunia modern, apalagi karakter Percy ini asik banget dan humor recehnya bikin ga bosen baca serial ini meski udah berkali-kali!

4. Lockwood & Co.
Serial Lockwood & Co. karya Jonathan Stroud
Aku masih ga terima buku ini tamat cuma sampe buku kelima. Masih inget waktu selesai baca buku terakhirnya langsung hangover seminggu dan gabisa move on, kejam banget emang uncle Jonathan Stroud tuh bikin ending macam itu. Seriesnya Lockwood & Co. ini nagih banget asli deh. Mengisahkan petualangan Lucy, Lockwood, George, dan hantu tengkorak—Skull—yang tergabung dalam agensi Lockwood & Co. dalam memburu dan membasmi hantu di sepenjuru Kota London. Ini ceritanya emang agensi pemburu hantu tapi sama sekali ga horror sih, lebih ke adventure menurutku. Karakter favoritku adalah si Skull, dia tu hantu usil tengil dan mulutnya kotor banget, tapi ngangenin. Give my skull back, I need more!

5. ACOTAR Series
Serial A Court of Thorns and Roses karya SJ Maas
Sejujurnya series ini termasuk kategori lumayan di buku pertamanya, tapi pas buku keduanya mulai seru banget. Banyak plot twist tak terduga dan tokoh-tokoh yang mustahil ga bikin jatuh cinta, contohnya, ehem Rhysand. Buku pertama, yaitu A Court of Thorns and Roses merupakan retelling Beauty and the Beast tapi dengan tema high fantasy dengan tokoh-tokoh manusia dan Fae di negeri Prythian yang terbagi dalam kerajaan-kerajaan yang dipimpin oleh seorang High Lord. Ini adalah serial kedua karya SJ Maas yang jadi favoritku. Cukup banyak adegan dewasa di novel ini terutama mulai buku keduanya, jadi pastikan sudah cukup umur ya kalo mau baca, haha.

6. A Song of Ice and Fire
A Song of Ice and Fire karya GRR Martin
Serial novel karya GRR Martin yang diadaptasi menjadi TV show Game of Thrones ini emang epic banget. Gabisa banyak komentar, imajinasinya keren dan beliau ini salah satu penulis yang demen banget matiin karakter sesuka hati, LOL. Novelnya worth it buat dibaca, walaupun tebel bukunya cukup bikin pingsan kalo dipake buat nimpuk kepala orang.

7. The Selection Series
The Selection Series karya Kiera Cass
Aku mau ngaku kalo awalnya aku underestimate The Selection Series karya Kiera Cass ini, ya gimana ya sinopsisnya aja tentang kompetisi 35 wanita memperebutkan seorang pangeran yang sedang mencari isteri. Kukira bakalan cewek banget dan memuakkan. Tapi sekalinya mulai baca aku gabisa berenti dong, dan 3 novel dalam seri ini kuhabisin dalam waktu sehari tanpa tidur saking ketagihan banget. Ga cuma soal berebut si pangeran, novel ini juga mengisahkan sisi lain perjuangan tokoh utama—America Singer—dalam hal persahabatan, keberanian dalam melakukan hal yang benar, dan mengubah stereotype orang terhadap kasta rendah.

8. The Hunger Games Trilogy
The Hunger Games Trilogy karya Suzanne Collins
The Hunger Games Trilogy ini satu-satunya novel dystopia yang masuk list favoritku. Aku ga terlalu suka genre dystopia sih karena pas baca merasa tertekan aja menurutku, jadi ini termasuk sesuatu banget karena aku udah reread berkali kali. Favoritku dari ketiga novel ini adalah buku pertamanya, keren bangeeeeet.

9. The Vampire Academy
The Vampire Academy karya Richelle Mead
Series ini kurang banyak mendapat perhatian, padahal cukup keren dan seru loh walaupun sempat dibikin film dan gagal total. Ada 6 buku dari series The Vampire Academy karya Richelle Mead ini. Menceritakan petualangan Rose Hathaway, seorang dhampir (setengah vampir) yang belajar di akademi untuk menjadi pengawal sahabatnya, vampir bangsawan Putri Vasilisa Dragomir dari ancaman Strigoi (vampir jahat pembunuh), yang dalam prosesnya malah si Rose ini naksir sama pelatihnya Dimitri Belikov. Romance-nya dalem banget, duh bikin baper. Aku suka banget karakter Rose yang impulsive, super badass, dan cara ngomongnya yang kebanyakan sarkas. If you ask me, worth to read.

10. The Wrath and the Dawn Duology
The Wrath and the Dawn duology karya Renee Ahdieh
Duology yang terdiri dari the Wrath and the Dawn dan the Rose and the Dagger karya Renee Ahdieh ini merupakan retelling dari Kisah 1001 Malam atau Arabian Nights. Tokoh utamanya adalah Shahrzad, yang berniat membalas dendam kepada Raja Khorasan—Khalid Al-Rasyid—yang mencari isteri baru setiap hari lalu dibunuh saat matahari terbit. Namun Shahrzad menceritakan sebuah kisah kepada sang Raja menjelang matahari terbit untuk menunda kematiannya, seiring waktu, Shahrzad jatuh cinta kepada sang Raja dan satu-persatu rahasia mulai terbuka. Seru banget ini tuh, ceritanya simpel dan ga berlarut-larut. Cocok bagi yang butuh istirahat sejenak dari cerita high fantasy berjilid-jilid.

Kalo diperhatiin hampir semua novel favoritku genre-nya fantasy, kecuali ada satu dystopia—The Hunger Games. Aku emang penggemar berat fantasi sih, segala yang ada mahluk legenda, mitologi, sihir, peri, dan sejenisnya biasanya aku suka. Nah dari 10 daftar novel favoritku diatas, ada ga yang juga jadi favoritmu? Kasih tau di komen dong!

0 comments:

Post a Comment