Saturday, March 28, 2020

In the Middle of Corona

Stay home, stay safe

Awal tahun 2020 disambut dengan wabah penyakit. Sungguh awal tahun yang berat. Bukannya mengeluh, tapi wabah ini bener-bener mengubah banyak aspek kehidupan sehari-hari, banyak merenggut orang-orang terkasih, semakin menambah beban berat kehidupan. Sempat merasa tenang awalnya karena di Indonesia “telat” kemasukan wabahnya, tapi merasa was-was juga, apa iya bener-bener ga ada atau belum terdeteksi?

Nah kan, awalnya dimulai dari 2 orang yang terinfeksi pertama kali gara-gara nge-dance sama orang Jepang positif COVID-19 , lalu bergulir kesana kemari yang berujung pada ribuan orang lainnya, ditambah kasus impor, penyakit kok diimpor. Sebisa mungkin pemerintah mengendalikan wabah ini dengan berbagai kebijakan, mulai dari social distancing, meliburkan pegawai dan karyawan, membatasi kerumunan, menggalakkan pola hidup bersih (harusnya sih masyarakat udah sadar dari dulu), penyemprotan desinfektan, rapid test Corona, sampai lockdown.

Tapi apalah arti semua itu kalo disepelekan dan masyarakatnya masih banyak yang ngeyel, huh dasar. Kantor dan perusahaan meliburkan karyawan biar bisa dirumah aman dari Corona, eh malah pada piknik ke puncak sama menuhin pantai, mendingan mereka hanyut kelaut sekalian bersama kebodohannya. Dasar manusia, kalo udah kena Corona terus nularin banyak orang kan bikin repot pemerintah aja. Ada juga ODP (orang dalam pemantauan) Corona yang dihimbau untuk tidak beraktifitas diluar rumah, malah klayapan ke mall, dasar egois. Dibilang jangan membuat keramaian malah ngadain hajatan, gengsinya gabisa ditahan dulu apa? Kan bisa catering yang udah terlanjur dipesan dijadiin nasi bungkus terus dibagiin ke warga dari rumah-kerumah. Masih bandel akhirnya hajatannya dibubarin paksa sama polisi kan? Mamam tuh! Kalo gak bisa membantu pemerintah untuk meringankan wabah ini, plis jangan nambah-nambahin beban lain.

Yang ga habis pikir, sama orang-orang yang memanfaatkan kesempatan ditengah situasi darurat yang lagi desperate kaya gini. Masker sama hand sanitizer diborong terus dijual lagi dengan harga selangit sampai petugas medis kesulitan buat dapetnya karena habis dipasaran. Sembako diborong ditimbun sampai orang lain kesulitan, ga semua orang mampu membeli bahan pangan dalam jumlah banyak, mereka juga butuh makan. Apa ga kasihan? Hati nurani sama rasa kemanusiaannya udah digadain buat beli masker ya? Oh pantes. Tinggal tunggu aja “Adzab Penimbun Masker Mati Kena Corona”, huh sebel.

Ada juga artis Youtuber kampret yang dari dulu suka bikin konten ga guna, udah tau lagi wabah kaya gini, malah syuting dikompleks perumahan bawa pasukan bikin keramaian. Sampai ditegor dilabrak warga-pun ga digubrisnya, oalah mbak jangan menuhankan bayaran, rating, subscribers, dan Adsense. Jadi public figure itu juga jadi panutan, tapi kok kamu malah menyesatkan. Malu sama simbol agama yang kamu kenakan. Selain itu ada artis sekaligus anggota DPR yang disaat wabah orang-orang sibuk mengisolasi diri dirumah, dia malah  liburan ke Eropa (yang udah banyak terjangkiti Corona) bersama suami dan anak-anaknya. Giliran dikritik malah ga terima, wakil rakyat macam apa. Macam gundulmu kui!

Tapi untungnya ga semua artis kelakuannya kaya mereka yg aku sebutin tadi, masih banyak yang peduli. Menggerakkan fans, followers, dan teman-temannya untuk berdonasi lalu disumbangkan kepada yang membutuhkan, terutama yang berjuang di garda depan. Memberi contoh baik yang dapat diteladani. Syukurlah.

Ditengah wabah ini, yang bisa kita lakukan adalah bahu-membahu saling menguatkan satu sama lain. Kita bisa membantu para petugas medis yang bekerja di garda terdepan dengan seminimalnya berada dirumah, mengisolasi diri sendiri agar tidak menambah jumlah korban terinfeksi. Kalau ada rejeki lebih, bisalah kita menyumbang untuk membeli perlengkapan medis seperti APD (alat perlindungan diri), handscoon, masker, hand sanitizer, dll. Caranya bisa donasi online di website resmi yang kredibel, misalnya dari Yayasan Kita Bisa, disana banyak pilihan donasi untuk membantu perlawanan Corona dalam berbagai aspek. Disana ada juga donasi yang diperuntukkan kepada orang-orang yang tidak bisa work-from-home, ibaratnya kalo ga kerja ya gabisa makan. Misalnya para pekerja sektor informal seperti pedagang, ojek online maupun offline, buruh, dan masyarakat lain yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya jika tidak bekerja. Semoga mereka semua selalu dilindungi dari wabah ini, pekerjaan kalian sangat membantu kami yang diisolasi.

Sambil nangis akutu nulis thread ini, khawatir dan takut ditengah semua wabah ini. Sebenernya lebih takut sama orang-orang sekitar kalau sampai terinfeksi daripada ketakutan terhadap diri sendiri. Khawatir sama mereka yang tidak muda lagi, yang imunitasnya tidak sekuat muda-mudi. Tapi ga munafik sih, aku sendiri juga takut kalo kena Covid-19 ini terus mati, pasti auto masuk neraka dengan amal perbuatanku yang ga seberapa ini, apalagi dosa masih dimana-mana, belum jadi nikah lagi (ignore this one LOL). Tapi kalau memang sudah takdir ya mau bagaimana lagi, cuma bisa berdoa dan berikhtiar agar kita semua terhindar dari wabah ini.

I know my writing seems too emotional and judgemental towards everything, but hey I don’t give a damn. I’d like to thank everyone, the meds on the front line, the government, and people who fought this epidemic together, even a small act matters. And I thank God for the chance to breath, to live until my time comes. To be honest this epidemic scared the shit out of me, but maybe this way we would give a break to this tired earth, to heal itself from our toxic we spread for eons, to make us remember and getting closer to our Maker. My thoughts and prayers to us all, my deepest condolences to everyone who lost the loved ones, I just hope this epidemic will be over soon, and we will come out to a better world, a better self.


Be safe, always


Disclaimer : this post doesn’t affiliate with any fundraiser

Lengkapi Penampilan Dengan Gelang Batu Alam

Packaging gelang batu alam dari Little Tinker Store
  
It’s been a while, and this is my first post in 2020. Blame my lazy ass. Kali ini aku pengen sharing salah satu hobi dan passionku di dunia handmade & craft, yaitu bikin gelang. Aku kepincut banget sama gelang batu alam (gemstone bracelet), terutama dengan desain vintage dipadu-padankan dengan charms yang lucu-lucu. Ketika aku stalking di instagram dan ga sengaja liat gelang batu alam, kupikir cantik banget deh kalo dipake, tapi ketika kutanya harganya WOW mahalnya (menurutku lho ya). Kisaran 300-700 ribu dong, aku ga ngerti lagi kenapa harganya bisa mahal banget.

Akhirnya karena penasaran aku memutuskan hunting bahan dan pengen bikin sendiri. Bahannya emang ga murah ternyata, tapi kalo dijual pun ga semahal yang pernah aku tanyain ke salah satu olshop itu menurutku. Bahannya dari semi-precious gemstone asli ya, authentic batu alam yang dipoles dan di cutting jadi bentuk manik-manik. Warnanya cantik-cantik dan natural, bikin laper mata pengen beli semua yaampun.

Setelah bahannya lengkap semua, akhirnya aku mulai nyoba ngerangkai gemstone beads-nya jadi gelang, ternyata ga gampang. Mix and match-nya yang agak susah, dan aku selalu punya tema tertentu buat gelangnya, jadi ga asal merangkai. Mungkin kapan-kapan aku bakalan bikin tutorialnya di blog, kalo udah beli bahan lagi ya. Hasil jadi gelangnya seperti gambar dibawah ya, cantik-cantik kan?

Berbagai model gelang batu alam dari Little Tinker Store

Gemstone sendiri selain cantik dan berharga, juga punya arti dan ability tertentu untuk setiap jenis batunya. Misalkan Ruby yang melambangkan nobility, purity, dan passion, atau Amethyst digunakan untuk protection, cleansing, dan intuition. Jadi selain untuk aksesoris, juga bisa membawa energi positif kepada pemakainya.

Nah bagi kalian yang ga ada waktu buat bikin gelang sendiri, gelang batu alam diatas bisa dibeli langsung di tokoku ya, bisa kepoin instagram @littletinkerstore atau klik menu bar pojok kanan atas My Shop. Tentunya dengan harga yang super duper terjangkau banget, cantik gelangnya tapi ga bikin kantong jebol.

Kelebihan gelang batu alam dari Little Tinker Store ini selain desainnya cantik dan harganya terjangkau, kita selalu mengutamakan kualitas dan bahan ya. Kebanyakan gelang dipasaran dirangkai pakai tali karet elastis yang dalam jangka waktu tertentu bakalan melar dan bisa putus kalo udah rapuh, kalo gelang dari Little Tinker Store dirangkainya pake coated aluminum wire yang lebih kuat dan anti karat, jadi aman dipakai jangka waktu lama. Gemstone-nya juga dijamin asli, gabisa berubah warna meskipun disimpan lama. Gelangnya sengaja kita bikin adjustable size, jadi bisa disesuaikan ukuran tangan pemakai.

Untuk packaging gelangnya, selain mengutamakan sisi aesthetic, kita  selalu menerapkan safety packaging, dilengkapi bubble wrap dan cardboard saat dikirim agar aman sampai ditangan customer. Setiap pembelian gemstone bracelet dari Little Tinker Store, juga ada free silica gel, untuk mengurangi kelembapan saat disimpan dan supaya lebih awet. Full service banget kan? Little Tinker Store juga melayani custom order juga loh (selama bahan tersedia), yuk segera belanja!