Wednesday, March 1, 2023

Book Review : Once Upon A Broken Heart

Rating : Once Upon A Broken Heart, 3.9 ★★★★☆

Judul : Once Upon A Broken Heart #1  

Pengarang : Stephanie Garber 

Penerjemah : Reni Indardini 

Penerbit : Mizan Fantasi 

Tahun terbit : 2022 di Indonesia 

ISBN : 978-623-242-350-3 


Tak ada yang memahami patah hati lebih baik daripada Jacks, sang Pangeran Hati, dan untuk itulah Evangeline Fox membutuhkan bantuannya : membatalkan pernikahan kekasihnya dengan saudari tirinya. 


Yang tidak Evangeline sadari, Jacks bukan berbahaya karena dia jahat, melainkan karena dia tidak bisa membedakan baik atau buruk. Dan, sudah terlambat bagi Evangeline untuk menyesali bencana macam apa yang dia sebabkan akibat permintaan egoisnya. 


Jacks hidup abadi dengan kutukan yang mengerikan : siapa pun yang menciumnya akan mati. Dan, kini Evangeline berutang kepadanya. Tiga ciuman. Kapan pun lelaki itu inginkan. Dengan siapa lelaki itu tentukan. Yang tentu saja tidak sesederhana kedengarannya karena segala hal terkait Pangeran Hati, selalu melibatkan hati yang patah atau jasad yang mati. 


Setelah sekian lama hiatus dari dunia blog, akhirnya perdana bikin review buku Once Upon A Broken Heart. Jujur aja aku baca buku ini karena tertarik sampul versi terjemahan Bahasa Indonesia yang ilustrasinya ciamik banget.  Ga ada ekspektasi apa apa waktu awal beli buku ini, sedikit banyak udah tau isi ceritanya kurang lebih bakalan full fairytale, sama seperti pendahulunya seri Caraval, dan memang buku ini masih ada hubungannya dengan seri Caraval. Sebenernya aku baca buku ini karena cari aman aja dengan genre yang udah familiar, takut kena reading slump lagi setelah lama ga baca novel baru. Eh ternyata... ah sudahlah.


Tokoh utama di novel ini ada Evangeline dengan rambut sewarna rosegold-nya, dan Jacks salah seorang Takdir (Fate). Awal baca novel ini langsung disuguhi keputusasaan Evangeline karena patah hati pacarnya menikah sama saudara tirinya. Langsung aku dapet vibes kalau Evangeline ini tipe-tipe damsel in distress. Gimana ya, kalau aku pribadi lebih suka tokoh utama itu yang badass macam Aelin Galathynius (ToG), Feyre Archeron (ACOTAR), atau Rose Hathaway (Vampire Academy). Jadi ketika baca buku ini tu aku jadi geregetan sendiri sama Evangeline asli deh, sejujurnya ini salah satu faktor yang bikin aku ga terlalu semangat buat nyelesain novel ini. Malah aku udah ngeri bakalan DNF (do not finish), untungnya enggak ya, walaupun butuh seminggu buat bacanya, haha.


Dari segi terjemahan cukup oke walaupun aku tetep prefer versi bahasa Inggrisnya. Alur cerita di buku ini cukup cepat jadi ga gampang bosen dengan detail yang bertele-tele, tapi di aku justru terkesan lari-larian. Bagi penggemar romance, buku ini cocok banget deh, but not for me, too much lovey dovey nonsense. Untungnya masih ada beberapa misteri dari misi tersembunyi Jacks kenapa dia membuat kesepatakan sedemikian rupa dengan Evangeline, jadi masih bikin aku penasaran buat lanjutin baca buku ini. Dari segi kualitas buku, jempol buat Mizan Fantasi, kertasnya lentur jadi bukunya enak banget buat dibaca. Selain cover-nya juara, kualitas kertasnya oke banget, ditambah dengan fore-edge block painting biru jadi makin cakep.


Secara keseluruhan novel ini cukup menghibur, dan aku bakalan nerusin baca buku kedua, siapa tau karakter Evangeline bakalan berkembang kan di buku selanjutnya jadi ga terlalu bucin (who knows?). Apalagi aku penasaran sama kelanjutan hubungan Evangeline dan Jacks!