Thursday, October 12, 2023

The Excitement of Watching Lockwood & Co. TV Series


Hell yeahhh Lockwood & Co in action! Akhirnya novel Lockwood & Co dibikin TV series juga nih sama Netflix, sudah rilis Januari 2023 kemarin tapi apa daya baru sempat nonton sekarang karena pas itu masih sibuk-sibuknya ngurusin baby newborn. Kalo mau bikin review udah basi banget ya sepertinya, hiks. Tapi berhubung ini TV series yang diadaptasi dari salah satu novel favoritku, so bear with me please.

Series ini dibintangi Ruby Stokes sebagai Lucy Carlyle, Cameron Chapman sebagai Anthony Lockwood, dan Ali Hadji-Heshmati sebagai George Karim. Let's talk about the castings. Ruby dan Cameron menurutku perfect buat meranin Lucy dan Lockwood, kalau Ali Hadji, jujur aja aku butuh adjustment dengan George yang kurus LOL. Dibuku novel Lockwood & Co., aku udah terdoktrin dengan George Cubbins yang gendut dan kalau pakai baju perutnya kemana-mana, haha but that's okay tho, akting Ali Hadji dapet ko vibesnya sebagai George. Apparently, race swap is still a thing in Hollywood, beberapa tokoh juga dicasting berbeda ras dengan yang di buku. Again, that's okay as long as they served.

Poster Lockwood & Co. TV series by Netflix

Lockwood &Co. season pertama ini diangkat dari buku pertama the Screaming Staircase di 4 episode pertama, dan dari buku the Whispering Skull di 4 episode selanjutnya. Plot ceritanya cukup konsisten ngikutin alur di novel, meskipun ada beberapa event yang dihilangkan dan beberapa detail yang diubah. Tapi overall masih ngikutin alur buku banget sih, ga ngarang bebas kaya filmnya Percy Jackson yang super failed wkwk.

Yang bikin aku suka sama adaptasi live action series ini adalah visualisasi hantunya persis sama imajinasiku, apalagi rumahnya Lockwood di 35 Portland Row, dalemnya bisa mirip sama yang aku bayangin. Tapi ada satu hal yang menurutku ga banget, dubbing suaranya si Skull kenapa begitu astaga. Padahal dari percakapan-percakapan Skull di novelnya, dia itu witty and sarcastic. Tapi di live action series suaranya jadi serem banget dan has no sense of humour at all, terkesan evil banget. Padahal dia favorit banget kalo dibuku. Mau berharap ada improvement dari karakter Skull di season selanjutnya, tapi sayangnya series ini di cancel setelah hanya satu season. Jadi ga ada lanjutan season 2 nya. So sad.

Anyway, I gave this show 4/5 stars. Cukup seru dan menghibur, meskipun banyak bagian yang ga dimasukin ke series dari novelnya. Tapi tetep sih, live action series ini ga bisa ngalahin serunya petualangan Lockwood & Co. versi buku novelnya. Yang tertarik baca review novel Lockwood & Co. bisa baca disini ya! Series Lockwood & Co. ini baik novel maupun TV seriesnya worth to read and worth to watch, selamat menonton! 

Friday, October 6, 2023

Simple Homemade Turkish Delight ala Narnia

Manisan lokum Turkish Delight yang super lembut dan chewy

Ada yang pernah nonton film Narnia the Lion, the Witch, and the Wardrobe? Kalo udah pernah, masih inget ga dengan adegan Edmund minta manisan Turkish Delight sama the White Witch pas diatas kereta salju? Sejak pertama kali nonton film itu beberapa tahun lalu aku udah kepengen banget nyobain Turkish Delight alias lokum yang legit dan manis kaya di Narnia. Entah kesambet apa tiba-tiba beberapa hari lalu pas bangun tidur aku langsung kepikiran pengen bikin dan cari resepnya.

Untuk percobaan pertama, it’s ok lah lumayan. Tapi menurutku kalo ngikutin resep yang aku pakai kemarin hasilnya terlalu manis dan porsinya banyak banget. Lalu aku nyoba bikin lagi dengan setengah takaran dan rasanya aku sesuaikan sama seleraku biar ga terlalu manis dan ada asemnya, jadi ga terlalu eneg kalo dimakan. Bagi yang mau nyobain bikin Turkish Delight yang lebih simpel ala aku, resepnya dibawah ini ya! 

Bahan :

• 100 gr cornstarch atau tepung maizena

• 200 gr gula pasir

• 4 sdm perasan lemon

• 500 ml air (dibagi jadi 150 ml dan 350 ml)

Rose essence atau sesuai selera (aku pake vanila)

• Pewarna makanan secukupnya

• Gula halus 

Alat :

• 2 panci ukuran kecil dan sedang

• Loyang (aku pakai kotak Tupperware)

• Sendok pengaduk 

Langkah membuat :

1Pertama-tama, masukkan 150 ml air, gula, dan perasan lemon ke dalam panci lalu didihkan hingga larut, sisihkan.

2Masukkan 350 ml air dan tepung maizena kedalam panci kedua, lalu aduk rata hingga tidak ada gumpalan. Masak diatas kompor dengan api kecil hingga mengental (harus selalu diaduk jangan sampai ditinggal).

3Setelah mengental, matikan kompor lalu tuangkan larutan gula kedalam adonan tepung dan aduk hingga tercampur rata. Setelah itu, nyalakan kembali kompor dan masak hingga mengental kurang lebih 20 menit.

4. Setelah adonan berubah menjadi pucat, matikan kompor dan angkat adonan. Beri essence mawar atau vanilla bubuk sesuai selera.

5. Beri pewarna makanan sesuai selera (bisa dibagi beberapa bagian kalau ingin dibuat warna warni). Lalu tuang kedalam loyang yang sebelumnya sudah diberi cooking spray (bisa juga menggunakan olesan mentega yang kemudian ditaburi tepung maizena) agar tidak lengket.

6Biarkan dingin dan mengental dalam suhu ruangan, lalu taburi dengan gula halus dan tepung maizena agar tidak lengket dan menempel satu sama lain. Potong-potong sesuai selera dan bisa disimpan dalam toples atau didalam kulkas. 

Cukup simpel sih menurutku dan bahannya sangat mudah didapat. Waktu bikin adonan tepungnya, jangan sampe ditinggal meleng walau cuma sebentar, soalnya bakalan gumpal dan hasilnya kurang halus. Jadi harus selalu diaduk nonstop. Bisa juga diberi isian kacang almond atau kacang pistachio sesuai selera, tapi karena disini susah didapetin, jadinya aku bikin yang polosan aja, hehe. Selamat mencoba Turkish Delight ala Narnia!

Tuesday, October 3, 2023

Rekomendasi Film Terbaik dan Timeless

Siapa disini yang suka nonton film? Kalo aku nonton film itu hiburan paling murah dan anti ribet. Apalagi sekarang udah ada bocil yang siap ngerecokin tiap saat, nonton film jadi andalan me time paling praktis pokoknya. Nonton film sekarang gampang banget aksesnya ga harus melulu datang ke bioskop, bisa nonton lewat aplikasi film contohnya Disney+, Netflix, HBO Chanel, Prime Video, dll. Film yang paling sering aku tonton itu biasanya serinya Marvel Cinematic Universe, comfort zone banget, tapi setelah nonton sekali yaudah gitu, ga ada tertarik nonton ulang. Nah kali ini film yang pengen aku rekomendasiin diluar dari seri super heroes. Film favorit yang menurutku selain bagus dan menghibur juga punya nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil, selain itu banyak diantaranya peraih penghargaan film internasional loh.

1. The Help (2011)

Film yang dibintangi Viola Davis (Aibileen), Emma Stone (Skeeter), Octavia Spencer (Minny), dan Bryce Dallas Howard (Hilly) ini berlatar di Jackson, Misissipi tahun 1963. Menceritakan bagaimana Skeeter seorang penulis muda yang sedang menyusun buku mengenai suka duka yang dialami orang kulit hitam yang bekerja sebagai asisten rumah tangga pada orang kulit putih dan hal-hal rasis diskriminatif yang mereka alami. Film ini tuh sangat menghibur, ada komedinya, ada sedihnya, dan membuka mata banget betapa kejamnya diskriminasi dan kejahatan ras jaman dulu yang dilakukan secara terang-terangan. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan Kathryn Stockett. Aku udah baca novelnya dan bagus banget. Recommended!

2. Where the Crawdads Sing (2022)

Berlatar belakang tahun 1953 di Lousiana, film ini dibintangi aktris Daisy Edgar-Jones yang berperan sebagai Kya, gadis sebatang kara yang tinggal di lingkungan rawa-rawa dan dijuluki marsh girl. Kya yang dikucilkan dari lingkungan kota sekitarnya, tiba-tiba didakwa melakukan pembuhuhan terhadap salah satu penduduk kota. Film ini keren banget, unexpected. Dari awal jalan ceritanya bikin penasaran dan ga bosenin. Selesai nonton film ini pertama kali langsung nonton ulang karena emang sebagus itu menurutku.

3. The Blind Side (2009)

The Blind Side dibintangi Sandra Bullock (Leigh Anne Tuohy) dan Aaron Quinton (Michael Oher) sebagai bintang utama. Film ini diadaptasi dari kisah nyata pemain Football NFL, Michael Oher. Perjalanan hidup Michael atau yang lebih sering disapa big Mike dari anak yang hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga dirawat oleh keluarga Tuohy dan pada akhirnya menjadi football pro-player diceritakan dengan sangat apik pada film ini. Meskipun akhir-akhir ini filmnya sempat menuai kontroversi, namun akting Sandra Bullock disini patut diacungi jempol.

4. Me Before You (2016)

Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Jojo Moyes, film ini dibintangi oleh Emila Clarke (Louisa Clark) dan Sam Claffin (William Traynor). Sediakan stok tissue yang banyak ya kalo nonton film ini. Bukan cuma soal romance yang sangat menyentuh dalam film ini, tapi akting para aktornya yang sangat mendalami dan jalan cerita yang keren itu yang bikin gabisa move on. Menceritakan kisah Will Traynor, pria muda kaya namun angkuh yang lumpuh karena kecelakaan, dan Louisa, gadis periang yang bekerja sebagai perawat William. Dua kepribadian yang sangat berbeda ini pada akhirnya bersatu, hanya untuk dipisahkan dengan ending yang sangat A$#&@($?@W. Gitulah intinya. Sangat recommended!

5. Memoirs of a Geisha (2005)

Film ini diadaptasi dari novel karya Arthur Golden dengan judul yang sama, menceritakan perjalanan hidup Chiyo kecil (Suzuka Ohgo) hingga akhirnya menjadi geisha dewasa dengan nama Sayuri (Zhang Ziyi). Berlatar pada tahun 1929 di kota Kyoto, Jepang saat perang dunia 2 masih berlangsung, penonton disuguhkan dengan kejayaan kota Kyoto yang terkenal sebagai distrik hiburan yang dipenuhi geisha. Sosok geisha yang misterius dan lika-liku hidup Chiyo yang penuh kemalangan menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Cocok ditonton kapanpun, filmnya ringan tapi berkesan. Bagi yang berminat baca review novelnya bisa dibaca klik link berikut ya Review Memoirs of a Geisha.

6. Spotlight (2015)

Ini adalah salah satu film yang udah kutonton berkali kali tanpa bosen. Diperankan oleh aktor Michael Keaton (Robby), Mark Ruffalo (Mike), Rachel McAdams (Sacha), dan Brian d'Arcy James (Matt), film ini diangkat dari kisah nyata para jurnalis Spotlight dari koran the Boston Globe saat menginvestigasi kasus pelecehan dan kekerasan seksual dibawah umur yang dilakukan oleh pendeta gereja Roman Katolik di kota Boston. Jalan ceritanya sangat runtut dan mengesankan, diawal mungkin terkesan bosenin tapi bakalan seru banget dengan berbagai konflik yang terjadi. Film ini cukup membuka mata lebar-lebar kalau kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja dan kita harus waspada bahkan terhadap orang yang dipercaya atau tokoh besar sekalipun. Ini keren banget filmnya asli, wajib nonton!

7. Pretty Woman (1990)

Film ini bener-bener masuk deskripsi timeless, meskipun udah sejak tahun 90’ an tapi masih tetep seru dan relevan ditonton sekarang. Bercerita mengenai seorang pengusaha muda bernama Edward (Richard Gere) yang menyewa prostitute Bernama Vivian (Julia Roberts) untuk dijadikan teman kencan saat acara kantor, lalu berlanjut dengan kisah romance mereka. Diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama, namun kisah dibuku bisa dibilang lebih tragis pada bagian akhir, padahal kalo di film kan happy ending.

Nah itu tadi beberapa film rekomendasi yang bagiku sangat timeless alias tak lekang oleh waktu. Mungkin bagi penggemar film-film bergenre action, science fiction atau fantasi agak kurang menarik ya dari judulnya, sama kaya aku pas awal-awal sebelum nonton. Tapi begitu nonton filmnya, astaga mereka keren banget. Membekas dan mengena gitu lho filmnya tuh, bukan sekedar nonton terhibur terus udahan. Boleh dicoba nonton sendiri, terus share tanggapan kalian dikolom komentar! 

Sunday, October 1, 2023

Pengalaman Pasca Operasi Tongue Tie Pada Bayi

Halo moms! Kali ini aku mau share pengalamanku ngerawat si baby yang habis operasi tongue tie. Flash back beberapa bulan sebelumnya, sejak newborn si adek anak aku ini emang kesulitan banget buat nyusu direct breast feed ya moms. Udah berusaha pakai cara metode apapun selalu dilepeh, sampe putingku lecet berdarah moms. Alhasil ya jadi anak EPING (exclusive pumping) sampai sekarang. Awalnya aku gak ngeh, gak tau soal tongue tie ini sampai si adek usia 6 bulan. Waktu itu dia lagi seneng-senengnya melet-melet, eh kok lidahnya kaya ketarik gitu ditengah, jadi bentuknya kaya hati gitu diujung lidahnya. Karena penasaran, aku mulai browsing tuh soal kondisi lidah si adek. Eh ternyata tanda-tanda tongue tie salah satunya itu moms.

Awalnya sempet konsul sama dokter online, katanya seiring bertambahnya usia diharapkan bisa membaik sendiri kondisi lidahnya. Tapi pas masuk fase MPASI si adek bener-bener susah mau nelen makanan moms, jadi sering muntah dan malah langsung GTM, waktu itu berat badannya sempet stuck. Sedih banget moms kalo anak udah nolak makan tuh. Alhasil setelah diskusi sama pak Suami, kita memutuskan bawa si adek ke dokter anak subspesialis tumbuh kembang. Disana baru ketahuan kalo si adek tongue tie tipe 1 moms, jadi bener-bener ikatan lidahnya tu ada diujung banget yang bikin gerak lidah sangat terbatas. Tipe yang paling parah tongue tie-nya sih intinya.

Setelah itu dokter anak konsultasi sama dokter bedah anak untuk menentukan tindakan selanjutnya, dan pada akhirnya dokter bedah anak merekomendasikan operasi frenuloplasty (bisa di google ya moms untuk lebih jelasnya, intinya sih operasi buat motong ikatan lidahnya supaya lebih bebas pergerakannya), karena kalau ga di operasi ditakutkan akan terlambat bicara (speech delay) dan cadel moms. Selanjutnya dokter anak ngasih aku catatan medis mengenai kondisi tongue tie si adek. Catatan medis ini aku yang minta moms, buat cari rujukan di Faskes 1 karena aku mau pakai JKN/BPJS untuk tindakan operasinya.

Long story short setelah dapet rujukan dan beberapa kali kunjungan ke dokter bedah anak, ditentukanlah tanggal operasi. Pas itu operasinya masuk One Day Surgery (ODS), jadi ga perlu rawat inap moms, kita dateng pagi dan sorenya udah boleh pulang. Sebelum tindakan operasi kata dokternya harus puasa dulu 6 jam, jadi si adek ga minum susu dari malem moms, auto rewel. Kebetulan si adek dapet jadwal operasi jam 7 pagi, dan keluar ruang operasi jam 9 (2 jam) karena nunggu si adek sadar dari bius. Disini biusnya pakai bius total moms, biusnya dimasukin lewat suntikan infus. Kasian banget pas dipanggil buat jemput si adek selesai operasi, ga tega moms, aku langsung ikutan nangis pas itu.

Keluar dari ruang operasi si adek dibawa ke IGD khusus ODS untuk pemulihan. Nangis parah moms si adek sampe matanya bengep karena kebanyakan nangis. Setelah agak tenang, akhirnya si adek mau minum susu dengan disendokin (saran dari susternya), tapi karena dia ga sabar akhirnya langsung dot juga sih. Karena si adek udah mau nyusu dan ga ada tanda-tanda red flag, akhirnya si adek dibolehin pulang saat itu juga dan dapet antibiotik sama pereda nyeri. Yey!

Sampainya dirumah, nyoba disuapin MPASI tapi dengan tekstur pure (halus lembut). Mau makan dia, tapi kudu ekstra slow makannya karena kebayang kan perihnya. Aku intip dikit-dikit, di bawah lidahnya ada jahitan kecil moms, dan bakalan ada bercak putih kekuningan mirip sariawan gitu tanda proses pemulihan luka dibawah lidah. Si adek bertahan dengan tekstur pure sampe 3 hari, habis itu balik ke tekstur asli dia sebelum operasi. Pasca operasi ini usahain si adek jangan sering masukin tangan ke mulut, atau paling ga tangannya harus selalu bersih ya moms biar ga infeksi. Pas malemnya si adek sempet demam rendah (37°C) tapi langsung turun setelah dikasih pereda nyeri (Paracetamol) dan antibiotik (Amoxcicilin) bawaan dari rumah sakit. Demam rendah kaya gini sempet kejadian selama beberapa hari pasca operasi, tapi selalu turun setelah minum obat.

Pas jadwal kontrol seminggu kemudian, demamnya si adek ini aku tanyain ke dokter bedah anak yang nanganin operasi, takutnya infeksi gitu kan ya. Ternyata aman kok moms, ga ada infeksi. Tapi tetep dikasih obat Paracetamol dan antibiotik lagi untuk lanjutin pengobatannya. Selama si adek ga panas, Paracetamolnya ga aku kasih moms, jadi cuma antibiotiknya aja harus bener-bener dihabisin. Si adek kelihatan normal pulih seperti sedia kala itu sekitar 10 harian, dia udah mulai melet-melet dan babling cerewet banget karena sekarang lidahnya udah bisa gerak bebas. Seneng banget moms rasanya, apalagi sekarang makan juga udah mulai lahap lagi.

Kalo anak moms ada tanda-tanda tongue tie coba konsultasikan ke dokter anak dulu moms, karena ga semua tipe tongue tie perlu operasi kok. Kalaupun emang perlu, manfaatkan asuransi moms. Kemaren untuk operasi dan kontrol si adek, aku yang rakyat jelata ini memanfaatkan JKN/BPJS dan 100% gratis moms. Kelihatannya operasi tongue tie serem dan pasti awalannya ada ketakutan dan rasa ga tega sama anak, tapi kalo emang perlu operasi ya harus dilakuin moms demi kebaikan anak. Kalo momsy ada pengalaman juga soal tongue tie sharing di komentar ya moms!