Tuesday, December 5, 2023

Book Review : Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan

Rating : Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan, 1.5 ★★☆☆☆

Judul : Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan

Pengarang : Diki Rifattama

Penerbit : Cakrawala Pustaka

Tahun Terbit : 2022

ISBN : 978-623-96032-9-8

 

Kota Saranjana dikenal luas sebagai kota ghaib (tidak terlihat) di Indonesia. Banyak sekali kota-kota ghaib di Indonesia seperti Alas Purwo, Wentira, dan salah satunya juga Saranjana.

 

Walaupun dikenal luas sebagai kota ghaib, namun tak menjamin semua orang akan mempercayainya, bahkan penulis sendiri saat bercerita dan bertanya dengan masyarakat sekitar tak semua warga meyakininya. Akan tetapi mereka mengaku merasakan kejadian yang menunjukkan keberadaannya, hal itulah yang membuat kota Saranjana semakin misterius.

 

Mendengar nama kota Saranjana saja sudah bikin penasaran banget kan tentunya. Sebuah kota ghaib yang berada di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan ini sudah menjadi legenda dari masa ke masa dan selalu menarik untuk dibahas. Inilah salah satu alasanku memutuskan untuk membeli buku Kisah Saranjana ini. Buku ini adalah novel horor misteri yang menceritakan petualangan 5 remaja yang sedang liburan dan tidak sengaja bersinggungan dan masuk ke kota Saranjana. Mereka bertemu dengan tokoh-tokoh kota Saranjana seperti Mustafa, Raja, dan manusia bernama Abah Hamid. Okay tanpa basa basi mari kita simak ulasan Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan berikut.

 

Pertama kali baca buku ini langsung teringat cerita-cerita picisan yang aku tulis jaman SMP dulu. Format penulisannya mirip teks cerita di buku pelajaran daripada sebuah novel. Awalnya aku pikir buku ini adalah kumpulan cerita dari narasumber berdasarkan kisah nyata, tapi ternyata emang murni novel fiksi. Baca buku ini tuh rasanya pengen cepet-cepet dikelarin karena aku ga bisa menikmati dan terlalu membosankan (sorry!). Bagian awal cerita yang terlalu bertele-tele dengan banyak detail ga penting, jokes yang cringe, konflik yang kurang menarik, dan ending yang antiklimaks.


Rama : Ya jangan dong kasian Om Daeng, pikirkan juga dong perasaan Om Daeng.

Putri : Perasaanku juga ya… (Keceplosan dan semuanya kebingungan menatap Putri)

Rama dalam hati : Hah ini anak kenapa sih? Hampir berubah 350 derajat dari kemarin.

Putri : Hahaha gak apa-apa kok, maksudnya perasaanku nanti gimana kalau band favoritku viral karena ini nantinya, kan sayang (Oh gitu kata semuanya)

Rama : Kirain tadi perasaan apa? Apakah cinta mungkin haha? (Putri mendengarnya kaget dan membuat jantungnya berdebar-debar)

Menurutku penulis sudah berusaha kreatif dengan mencoba memasukkan bumbu-bumbu romansa kedalam cerita ini, tapi romansanya terlalu picisan dan bocah banget. Jadi jatohnya malah aneh banget sih, apalagi ceritanya romansanya ga ada kelanjutannya dan ga berpengaruh sama jalan cerita, terkesan maksa. Selain itu bahasa yang digunakan agak terkesan kaku dan cringe, juga banyak menggunakan kata tidak baku dan slang ala anak jaman sekarang. Mungkin untuk kedepannya, penulisan cerita bisa diimbangi dengan pengembangan karakter yang kuat, karena disini karakternya banyak banget tapi ga ada yang terlalu menonjol.

 

Bagi kamu yang suka buku cerita horor misteri ringan, buku ini cocok banget buat dibaca. Jalan ceritanya ringan dan ga perlu pake mikir atau nebak yang aneh-aneh.Tapi untukku pribadi, aku gabakal reread buku ini lagi sih karena ga sesuai sama selera bacaku. Sedikit cerita sebenernya aku beli buku ini berawal dari kesalah pahaman, aku kira buku ini adalah salah satu seri dari Kisah Tanah Jawa karena emang cover bukunya mirip banget ala-ala buku Kisah Tanah Jawa. Tapi ternyata aku salah sangka, bener-bener buku yang berbeda dan ga ada hubungannya sama Kisah Tanah Jawa, bahkan penerbitnya pun beda. Tapi karena sudah terlanjur dibeli jadi apa boleh buat, di nikmati saja ya kan. 

 

Untukku sebagai penikmat buku, menurutku pribadi buku ini jauh banget dari ekspektasiku, mengecewakan jujur saja. Judul yang sangat menarik tidak diimbangi dengan cerita yang berbobot. Tapi kembali lagi, semua tergantung selera pembaca juga ya. Yah tak apa lah, tetep semangat ya author untuk terus berkarya dan menjadi lebih baik.


0 comments:

Post a Comment