![]() |
| Tanaman artificial untuk dekorasi indoor |
Is it okay to decorate
room with fake plants? Well, that's the real question isn't it? Sebelumnya, tentukan dulu apa tujuan kamu untuk mendekorasi
ruangan dengan tanaman. Kalau tujuannya menambah keasrian ruangan dengan
tambahan sumber oksigen, ya tentu saja harus dengan tanaman asli. Tapi kalau
tujuannya untuk estetika, memberi positive vibes dan membangun suasana relaxing,
tidak harus dengan tanaman hidup kok, pakai tanaman artificial juga
sama-sama serve the purpose well. Nah dalam artikel kali ini, mari kita
bahas pro dan kontra penggunaan tanaman artificial sebagai
dekorasi.
Keuntungan
penggunaan tanaman artificial :
• Perawatan yang
mudah, ini adalah salah satu alasan yang paling sering digunakan untuk
menggunakan tanaman palsu. Gak ribet, tanpa kotakut kotoran dari tanah, tanpa
perawatan khusus, cukup dilap sedikit kalau berdebu, that's it. Cocok
untuk kaum sibuk dan males ribet.
• Tidak membuat alergi, ada sebagian orang yang alergi pada jenis tanaman tertentu. Biasanya karena serbuk sari, bau tanaman, atau getahnya. Nah, dengan penggunaan tanaman artificial tentunya lebih aman untuk menghindari alergi.
• Terhindar resiko manifestasi hama tanaman, ini salah satu alasanku pribadi kenapa lwbih memilih tanaman artificial. Karena aku phobia sama serangga, duh. Tanaman hidup lebih beresiko tinggi untuk dijadikan habitat atau sumber nutrisi dari hewan kecil dan serangga, apalagi jika tanaman indoor banyak dihinggapi serangga, wah it's a big NO NO for me.
• Lebih aman, tanaman artifical cenderung ringan dan tidak berbahaya. Terutama jika didalam rumah ada anak kecil atau bayi yang sudah bisa bermobilitas, resiko terjadi hal-hal yang tidak diinginkan cenderung lebih kecil jika menggunakan tanaman artificial. Misalnya jika menggunakan tanaman hidup bisa saja anak bermain-main dengan tanah, memasukkan tanaman ke mulut, tertimpa pot yang berat, atau tergigit serangga yang hidup di tanaman itu sendiri.
• Tahan lama, tanaman palsu tentunya akan awet terus dong ya. Ga perlu khawatir tiba-tiba mati atau terserang hama. Bisa diwariskan anak cucu juga bahkan, haha.
• Efisien biaya, kalau memilih tanaman palsu mungkin akan lebih mahal di awal saat pembelian. Namun, biaya untuk pemeliharaannya itu nol rupiah, jadi gaperlu siapin budget buat pupuk, media tanam, dan biaya pemeliharaan lainnya.
• Tidak bergantung musim, ada beberapa jenis tanaman yang hanya bersemi pada musim tertentu, dan tentunya hal ini ga berlaku dong untuk tanaman artificial.
• Tidak memerlukan
tempat khusus, tanaman sangat bergantung pada sinar matahari yang tentunya
membutuhkan treatment khusus sesuai jenis tanamannya. Kalau memakai tanaman artificial,
tentunya kita bebas meletakkannya dimana saja tanpa khawatir akan layu atau
mati.
Kelemahan
penggunaan tanaman artificial :
• Sebagian tanaman artificial terlihat "palsu", nah namanya tanaman artificial tentunya ga akan 100% sama persis kan dengan tanaman asli. Untuk mata yang jeli, tentunya akan terlihat perbedaannya.
• Beberapa tanaman artificial tidak ramah lingkungan,
hampir semua tanaman artificial terbuat dari bahan plastik atau latex,
nah tentunya jika sudah menjadi sampah mereka akan lebih sulit terurai. Maka
dari itu penggunaan tanaman artificial sebaiknya tidak berlebihan
ya.
• Sebagian tanaman artificial bisa berubah warna, biasanya ini terjadi pada tanaman artificial kualitas rendah. Atau tanaman artificial yang lebih sering terpapar sinar matahari langsung, atau panas tinggi.
• Perlu rutin dibersihkan, tanaman artificial harus
selalu rutin dibersihkan ya agar terbebas dari debu. Kalau debu sudah menumpuk
dan dibiarkan, bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Bagi orang-orang yang punya mobilitas tinggi dan tidak punya banyak waktu (dan kesabaran) untuk mengurus tanaman hidup, tanaman artificial bisa menjadi pilihan yang tepat. Nah itu tadi poin-poin yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menggunakan tanaman artificial sebagai dekorasi ruangan. Yuk simak juga artikel Tips Praktis Dekorasi Ruangan Dengan Tanaman Artificial.








0 comments:
Post a Comment