Wednesday, May 29, 2019

The Selection Series : Love Version of Hunger Games

The Selection Series by Kiera Cass

I need to admit, aku beli buku ini karena cover-nya cantik banget, udah itu doang (LOL). Aku ga menaruh ekspektasi apa-apa bahkan sempet skeptis sebelum baca buku ini, karena dari judul dan desain sampulnya aja udah keliatan dan ketebak gimana jalan cerita dan ending-nya. Aku sempet ragu lama banget buat mutusin bakalan beli seri ini apa engga. Menurutku jalan ceritanya bakalan too much romance dan cewek banget. Yup, romance is not my cup of tea, always got me cringe. But just because I’m a sucker for a pretty covers, I ended up buying it.

Setelah baca seri ini dari buku satu sampai tiga, tebakanku  ga salah juga, persis sama yang aku bayangin sebelumnya. Jalan ceritanya juga mainstream banget, sangat girl problem. Terjebak diantara dua cowok yang sama-sama dia suka dan ikutan kompetisi buat memperebutkan seorang pangeran, jadi semacam the Hunger Games without the killing part. Isn’t that too typical for a romance? Yes, it is. Tapi, aku suka, bahkan selesai baca tiga buku ini kurang dari 24 jam. Setelah selesai buku tiga, aku langsung reread dari buku satu lagi tapi dengan pandangan yang berbeda. How come?

Buku ini diluar ekspektasiku. Meskipun romance, tapi buku ini ga terlalu bikin cringe. Bahkan aku sampe marathon baca buku ini, begitu buku dateng dianter kurir sekitar sore hari, aku baca sampe malem begadang dan tidur jam 4 pagi (karena pas malem Minggu). Yup, sampe segitunya aku belain ga tidur. Aku gabisa berenti bacanya dan ga rela tidur sebelum abis karena penasaran, meskipun jalan ceritanya udah ketebak banget sih. Yang bener-bener bikin ketagihan itu cara penceritaan dan gaya bahasa Kiera Cass yang gampang dipahami dan ga terlalu bertele-tele sama detail. Konflik dibuku ini juga salah satu yang bikin ketagihan, ga cuma girl problem ternyata.

Selain romance, buku ini menurutku juga termasuk dystopia, karena ada konflik masalah negara dan politik yang belum stabil karena pemberontakan. To be honest, buku ini sempet bikin aku nangis, terutama dibagian saat tokoh America nunjukin keberaniannya dalam melakukan hal yang benar. Such a prettiness in those bravery. Jadi selain romance antara America sama prince Maxon, buku ini juga menceritakan tentang persahabatan, keberanian, dan pengorbanan America dalam melakukan hal yang benar meskipun dengan resiko dia kehilangan banyak hal.

Ini buku bagus, I’m glad I gave it a chance, meskipun aku belum baca dua buku terakhir the Heir & the Crown. Tapi tiga buku pertamanya berakhir jadi salah satu buku kesukaanku, dan aku rekomendasiin banget buat yang mungkin lelah sama konflik di novel YA yang terlalu berat. The Selection Series ini jalan ceritanya ringan tapi bikin ketagihan. Tapi satu kelemahan di buku ini untuk versi terjemahan bahasa Indonesia-nya, bahasanya yang digunain penerjemah banyak yang ga baku, jadi terkesan aneh banget. Saranku mending baca yang versi asli bahasa Inggris aja, far better. Tapi karena aku udah terlanjur beli yang versi terjemahan, aku masih menunggu buat novella Happily Ever After dicetak di Indonesia. Blurb singkat, novella ini menceritakan the selection dari beberapa sudut pandang tokoh di seri utamanya, juga cerita singkat saat ratu Amberly mengikuti the selection di masanya. Ada bonus juga kisah America sama prince Maxon saat setelah event buku the One berakhir. This series are highly recommended.

Ratings

Book #1 The Selection, 4.2 ★★★★☆
Book #2 The Elite, 4.0 ★★★★☆
Book #3 The One, 4.0 ★★★★☆

Saturday, May 25, 2019

Fangirling Over Percy Jackson

Percy Jackson novels, the Demigod Diaries, and the Demigod Files

Percy Jackson and the Olympians, my second best books of all time, my second obsession after Harry Potter, thanks to uncle Rick Riordan for that. I’m a huge fangirl towards Percy Jackson’s stories and characters, but NOT THE MOVIE please. Never mention those huge failures in here, completely forbidden. Aku suka banget sama series ini, bukan suka, terobsesi. Sometimes I think of myself a witch schooled in Hogwarts during semesters, and train in Camp Half Blood during summer break, how cool is that?

Susah lepas dari dunia fandom ini semenjak baca buku pertamanya. Karakter favoritku di buku ini Luke Castellan sama Nico di Angelo. I always rooted for the baddies (not that Nico is bad, just Nico style). Karakter-karakter dengan dark side itu lebih menarik menurutku, but I always love Percy no matter what. Baca seri Percy Jackson ini bener-bener bikin aku kagum sekaligus bisa belajar tentang mitologi Yunani yang super keren (aku dari dulu selalu suka banget sama mitologi Yunani) tapi dengan sudut pandang dan penceritaan yang fresh jadi ga bikin bosen. Apalagi humornya Percy itu sesuatu banget, uncle Rick emang pinter bikin orang jatuh cinta sama gaya penulisan beliau.

Oh bagi yang rooted sama seri ini, wajib kepoin websitenya uncle Rick di Read Riordan. Isinya seputar buku-buku, quiz, sama artikel atau berita yang masih terkait sama novel uncle Rick. Bagi Demigod Yunani, harus banget ikutan quiz Who’s Your Godly Parent biar bisa tahu siapa orang tua Dewa kamu dan di cabin mana kamu tinggal selama di Camp Half Blood, seru banget! Kalo aku dapet Cabin 13 dong, yas I’m a daughter of Hades! Not so surprising, I love to be Nico’s sister. Aku dari dulu emang agak mysteriously dark-sided type of person, dan kalo ikutan quiz selalu bisa ditebak aku dapet apa.

Seri ini tu semua karakternya juga memikat banget. Kalo mau tau lebih detail tentang perjalanan tokoh selama di Rick Riordan’s universe bisa kepoin Riordan Fandom di wikia. Nah aku pengen share beberapa tokoh utama favorit aku di Percy Jackson and the Olympians, beserta quotes mereka yang gokil, asli.

Percy Jackson artwork by Viktoria Ridzel


Percy Jackson, Cabin 2, son of Poseidon God of the ocean

“The best people has the rottenest luck.”





Annabeth Chase artwork by Viktoria Ridzel

Annabeth Chase, Cabin 6, daughter of Athena Goddes of wisdom

“I’m never, ever, going to make things easy for you Seaweed brain. Get used to it.”





Luke Castellan artwork by Viktoria Ridzel
Luke Castellan, Cabin 11, son of Hermes God of messenger


“Ethan. Me. All the unclaimed. Don’t let it. Don’t let it happen again.”





Nico di Angelo artwork by Viktoria Ridzel


Nico di Angelo, Cabin 13, son of Hades God of the dead

“With great power comes great need to take a nap. Wake me up later.”



Thalia Grace artwork by Viktoria Ridzel

Thalia Grace, Cabin 1, daughter of Zeus God of the sky

“I finally feel like I have a home. But you’re a hero. You will be the one of the prophecy.”

The Twilight Saga : Book Vs Movie Character Comparison

Novel pertama Twilight dan buku Official Illustrated Guide

The Twilight Saga ini emang udah lama banget dan sempet hits di jamannya, aku termasuk salah satu yang lumayan suka sama series ini. Selain empat buku utamanya aku juga punya yang The Official Illustrated Guide sama Short Second Life of Bree Tanner, dan kali ini aku pengen share ilustrasi official tokoh-tokoh utama protagonis yang ada di Twilight dibandingin sama versi filmnya. Versi ilustrasi ini dibuat oleh Rebecca Bradley dkk, yang juga dipake buat graphic novel Twilight sama New Moon. Okay here we go.

Dr. Carlisle Cullen
Dr. Carlisle Cullen portrayed by Peter Facinelli
Nah ini dia “bapaknya” keluarga Cullen. Menurutku karakter Carlisle ini terlalu tua kalo diperanin Peter Facinelli yang saat pertama kali dapet peran ini berumur 34 tahun. Menurut buku, Carlisle ini dirubah jadi vampire saat berumur 23 tahun, terpaut jauh banget kan selisih umurnya. Tapi untuk pendalaman karakter Carlisle yang lembut dan super baik hati, menurutku aktornya berhasil banget.

 Edward Anthony Masen Cullen
Edward Cullen portrayed by Robert Pattinson
Secara keseluruhan menurutku cocok sih kalo Edward ini diperanin Rob. Dilihat dari versi ilustrasi juga ga jauh berbeda sama pemeran filmnya. Tapi aku paling suka Edward pas di film pertamanya, so Edward banget, aura vampire-nya masih keliatan. Di film selanjutnya menurutku ada beberapa bagian yang Edward itu keliatan kaya manusia biasa bukan vampire.

 Esme Anne Platt Evenson Cullen
Esme Cullen portrayed by Elizabeth Reaser
Esme, the mother of vampires. Lumayan cocok sih karakter Esme diperanin sama Elizabeth Reaser. Walaupun bentuk wajahnya kurang sesuai karena dibuku dijelasin kalo Esme itu bentuk wajahnya the shape of a heart, sedangkan Elizabeth bentuk wajahnya agak kotak ya. Tapi feel keibuannya dapet banget, rambutnya juga cocok asalkan ga dibikin lurus kaya pas di New Moon, ew ga banget.

 Rosalie Lilian Hale
Rosalie Hale portrayed by Nikki Reed
Ah si cantik Rosalie yang agak ngeselin. Di dua film pertama, Twilight sama New Moon, menurutku make up Nikki Reed ga cocok sama karakter Rosalie, dan sejujurnya emang kurang cantik buat peranin Rosalie. Padahal dibuku itu Rosalie digambarin super cantik tinggi langsing kaya model, sedangkan pas itu Nikki Reed badannya agak berisi. Tapi mulai Eclipse sampai dua film terakhir, dengan make up lebih pucat yang ga terlalu menor, dan rambut lebih pirang, Nikki Reed berhasil dapet tampilan yang Rosalie banget. She looks gorgeous.

 Emmett McCarty Cullen
Emmett Cullen portrayed by Kellan Lutz
Aku rasa Emmett yang diperanin Kellan Lutz ini cocok banget 100%. Secara fisik menurutku pas dan bentuk wajahnya juga sama. Tapi kalo di buku Emmett digambarin orangnya rame, supel, dan agak jail meskipun dia pacarnya Rosalie yang notabene selalu agak judes, di film sifat Emmett ga terlalu keliatan kalo menurutku.

 Mary Alice Brandon Cullen
Alice Cullen portrayed by Ashley Greene
Alice kalo dibuku digambarin super kecil dan imut dengan rambut pixie pendek yang mencuat kemana-mana. Menurutku rambut Alice di film ga terlalu pendek sih, tapi cukup oke lah. Aku paling suka penampilan Alice yang diperanin Ashley Greene di New Moon sama Eclipse, asli cantik banget. Tapi yang paling gak banget itu Alice di Breaking Dawn Part 1 sama Part 2, such a big NO NO. Rambutnya kebanyakan pomade duh.

 Jasper Whitlock Hale
Jasper Hale portrayed by Jackson Rathbone
 Jasper sama Rosalie itu berperan sebagai saudara kembar (padahal mah bukan) pas mereka tinggal di Forks. Makanya Jasper pake nama marga Hale (marganya Rosalie). Menurutku Jackson Rathbone agak kurang tinggi sih buat meranin Jasper, dan penampilannya gak banget pas di film Twilight sama New Moon. Rambutnya itu lho ga cocok. Tapi di Eclipse dan film selanjutnya Jackson keliatan ganteng banget jadi Jasper. Rata-rata para pemeran filmnya emang looks better sih di Eclipse, make up-nya lebih make sense.

Isabella Marie Swan Cullen
Bella Swan portrayed by Kristen Steward
Kristen Steward ini cocok banget udah peranin Bella Swan. Innocent sama clumsy looks-nya dapet banget. Walaupun karakter Bella ini aku kurang terlalu suka karena terlalu bergantung sama tokoh Edward, tapi Kristen berhasil mendalami karakter Bella ini dengan perfect. Sampe bikin aku sebal pas Kristen peranin Bella, karena terlihat lemah sekali si Bella ini, haha. Overall penampilan Bella di film satu sampe terakhir oke banget sih, looks-nya selalu konsisten sama deksripsi di buku.
Bella Cullen as a vampire
Bella di Breaking Dawn Part 2 setelah transformasi jadi vampire keliatan kurus banget ga sih? Paling cantik penampilan Bella itu pas di film Eclipse, yang menurutku lebih vampiric dibandingin sama Bella pas udah jadi vampire beneran, cuma beda di warna mata doang. Eh mungkin karena usia pemerannya juga yang makin bertambah, tapi tetep cantik sih Bella setelah jadi vampire, walaupun perbedaannya ga terlalu keliatan.

 Renesmee Carlie Cullen
Nessie Cullen portrayed by Mackenzie Foy
Cocok lah kalo Mackenzie Foy berperan jadi anaknya Bella sama Edward. Agak mirip-mirip juga sama Kristen Steward a.k.a Bella pas di Breaking Dawn. Tapi Renesmee pas bayi yang pake CGI agak aneh menurutku, animasinya kurang natural ga sih?

 Jacob Black
Jacob Black portrayed by Taylor Lautner
Dari segi wajahnya boleh lah, Taylor Lautner cukup mirip sama Jacob versi buku. Bentuk badannya juga cocok sama deskripsi, tapi kurang tinggi banget. Dibuku dideskripsiin kalo Jake itu lebih tinggi dari Edward, padahal di filmnya Robert yang berperan jadi Edward jauh lebih tinggi dari Taylor yang berperan jadi Jacob. Begitulah, kurang cocoknya di faktor tinggi badan aja sih menurutku.

Yassss I think that’s all. Kalau tertarik sama perbandingan versi villain-nya bisa cek di the Twilight Saga : Book Vs Movie Villain Comparison yaaa. Untuk informasi lebih detailnya bisa baca buku The Twilight Saga : The Official Illustrated Guide karya Stephenie Meyer yang isinya biodata tokoh lengkap beserta ilustrasinya, bagus banget dijamin worth your time.

Wednesday, May 22, 2019

Indonesia Ini Kenapa?


I’m gonna write this article as neutral as possible. Pemilu sudah berlalu tanggal 17 April lalu, merenggut lebih dari 500 nyawa petugas panitia pemungutan suara entah apa sebabnya. Mungkin karena kelelahan, tapi tidak menutup kemungkinan karena sebab yang lain. God knows what’s really happen, bless their souls, may they rest in peace.

Kengerian pemilu tidak cuma berakhir disitu. Rakyat dibuat gaduh saat penghitungan suara sedang berlangsung. Teman jadi lawan akibat tidak sepaham, anggota keluarga saling memutuskan persaudaraan, bahkan nyawa jadi taruhan. Satu kubu teriak curang, kubu lain bungkam. Para pendukungnya-pun perang di media sosial seakan-akan mereka yang paling benar. Ada yang bilang cebongers, ada yang bilang sobat gurun, apa kalian ga sadar kalian semua sedang diambang kehancuran jika terus saling serang? Ini Indonesia, negara berlandaskan Pancasila, bukan milik satu pihak saja.

Saat mendekati hasil akhir, ada yang tidak terima karena suaranya tidak sesuai dengan asumsi kubunya. Dicurangi, katanya. Mana buktinya? Coba gugat ke MK bawa bukti dan fakta nyata, sudah ada prosedurnya. Pengumuman pemilu pas tengah malam, ada apa sebenarnya? Jangan membuat opini yang memperkeruh suasana pemilu yang sudah berdarah-darah ini. Tolong jangan korbankan kami para rakyat kecil yang tidak tahu tujuan permainan politik kalian. Entah kubu pemenang atau penantang, semua sama saja, kalian semua punya agenda masing-masing yang kami tidak tahu apa.

Puncaknya hari ini, saat mereka mengklaim ingin menegakkan keadilan. Keadilan yang mana dan untuk siapa? Aksi damai judulnya, tapi entah bagaimana tetap ada korban jiwa. Kalau sudah begini salah siapa? Salahkan pihak yang telah mencurangi hasil pemilu, kalau tidak ada yang curang tentu kami tidak akan melakukan aksi ini. Salahkan pihak yang tidak bisa menerima kekalahan, kalau mereka mau mengakuinya tentu tidak akan terjadi hal ini. Ah GOBLOK SEMUA LO PADA.

Pemilu ini bukan soal kemenangan salah satu pihak saja, ini harusnya jadi kemenangan rakyat Indonesia. Para calon pemimpin bangsa harusnya mampu menjadi teladan dan memberi kesejukan untuk rakyatnya. Bukan hanya diam seribu bahasa, bukan yang bisanya hanya mengerahkan massa. Tolong jangan gunakan agama untuk senjata, atau menebar kebencian terhadap salah satu golongan karena perbedaan warna kulit semata, karena sesungguhnya kami semua saudara yang mencintai Indonesia.

Mungkin aku terlalu naif dan tak tahu apa-apa, oh tentu saja. Siapa sih saya? Bukan elit politik, bukan juga orang pintar apalagi dukun. Hanya rakyat jelata, yang jengah dengan keadaan Indonesia saat ini. Muak dengan segala agenda politik kalian yang selalu bermuka dua. Kenapa tidak dihentikan saja huru-haranya? Biar bisa tidur nyenyak dan nyaman lihat berita. Oh iya, jangan kelamaan pembatasan Whatsapp dan Instagramnya, biar tidak banyak yang bertanya-tanya.


Yours truly,

Tuesday, May 21, 2019

It's Really Fun to be a Potterhead

Harry Potter buku satu hingga terakhir

Apakah kamu Potterhead angkatan lama? Atau calon Potterhead? Jadi Potterhead itu seru banget, asli. Entah kamu suka Harry Potter karena buku atau filmnya (atau dua-duanya karena kamu Potterhead sejati), menurutku semuanya seru dan bikin ketagihan. Tapi kalo kamu suka Harry Potter karena filmnya, kamu perlu coba baca buku Harry Potter biar ngerasain jadi fandom Harry Potter sejati. Cause the books are 1000% better than the movies, di film itu cuma 20% kesenangan dari cerita di bukunya. Ugh aku gabisa gambarin betapa bagus dan magisnya pas baca buku Harry Potter. Pembaca berasa dibawa langsung ke dunia sihir Harry Potter, dan kalo udah ketemu Hogwarts versi buku aku yakin kamu gamau pulang ke dunia muggle. Yes, it’s so beautiful and magical.

Empat asrama di Hogwarts
Menurutku jadi Potterhead itu WAJIB submit di official website-nya Harry Potter. Ada Pottermore yang bahas seputar dunia Harry Potter, sama Wizarding World yang isinya seputar dunia sihir J.K Rowling secara umum. Selain itu Potterhead juga harus tau di asrama Hogwarts mana kamu ditempatin. Kan ada 4 tuh, Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw, sama Slytherin, masing-masing punya karakternya masing-masing. Buat tau asrama mana yang cocok buat kamu, perlu banget ikutan bikin wizarding passport yang ada di Wizarding World, dulu sih adanya di Pottermore, tapi sekarang pindah ke Wizarding World. Selain tau asrama kamu di Hogwarts, kamu juga bisa tau patronus dan jenis wand sesuai karaktermu. Kalo aku ditempatin di Slytherin dong, so proud of it. Emang udah cocok banget sama perkiraanku, dan aku sendiri pengen ditempatin di Slytehrin. Sejak saat itu aku selalu koleksi merchandises sama barang-barang dengan nuansa silver emerald-nya Slytherin.

Sebagian koleksi Harry Potter yang aku punya

Merchandise itu salah satu hal tak terhindarkan kalo jadi fandom. Awalnya aku bilang ke diri sendiri kalo aku ga bakal boros buat beli merch, tapi lama kelamaan akhirnya beli juga dan malah dijadiin hobi (godaan terlalu besar, haha). Apalagi kalo liat postingan para Potterhead di instagram, suka liat koleksi mereka jadi pengen beli juga akhirnya. Tapi aku kebanyakan bikin Harry Potter collectible sendiri buat menyiasati harga merch yang menggila. Bagi yang butuh inspirasi bikin barang-barang koleksi Harry Potter sendiri bisa cek di Harry Potter Inspired DIYs Part 1 dan Part 2 ya.
  
Serunya jadi Potterhead itu salah satunya kalo kita interaksi sama sesama Potterhead juga, apalagi kalo cocok dan satu asrama, ugh ga berenti ngomongin Harry Potter dari A sampe Z. Salah satu platform yang paling banyak dan gampang buat interaksi itu instagram, dan rata-rata mereka baik ko dan enak buat diajak sharing. Aku juga suka baca-baca artikel di Pottermore sama Harry Potter Fandom buat tau trivia-trivia sama perjalanan semua tokoh di Harry Potter secara rinci dan mendetail. Asli seru banget, jadi bisa mendalami karakter tiap tokoh, dan kadang ketemu hal-hal menarik yang ga dicantumkan di buku. Tapi setelah jadi Potterhead jangan terlalu terobsesi ya sampe lupa menjalani hidup di dunia nyata, hangover boleh tapi jangan lama-lama (seriusan).

"It does not do to dwell on dreams and forget to live." by Albus Dumbledore 

DIY : Rustic Dream Catcher Tutorial


Dream catcher atau penangkap mimpi dulu sempet booming banget di Indonesia. Aku sendiri waktu itu punya beberapa, tapi ga pernah beli dan selalu bikin sendiri. Dream catcher yang aku punya sekarang tinggal sebiji doang gede yang aku fungsiin jadi lonceng angin. Tapi entah kenapa kemaren pas ngabuburit nunggu buka puasa tiba-tiba pengen bikin dream catcher. Kebetulan bahannya juga lengkap, karena sebelumnya aku beli bahan udah lama banget, tapi baru tergerak buat bikin sekarang (dasar akumah procrastinate banget). Dream catcher yang aku bikin kali ini mungkin agak beda dari yang biasa dijual, dan bukan dream catcher tradisional yang pake bulu ya karena aku emang bikin yang agak rustic vintage. Oke mari kita langsung cas cis cus buat dream catcher step by step.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

Bahan :
• Akar wangi (biasa dijual dipasar kerajinan)
• Tali serat
• Parel kayu
• Biji pinus kering
• Biji-bijian kering
• Renda vintage
• Bunga plastic artificial

Alat :
• Gunting
Hot glue (lem bakar)

Langkah-langkah membuat dream catcher rustic

Langkah membuat :
1.Potong bonggol akar wangi, lalu susun berjajar.
2.Bentuk susunan menjadi membulat, usahakan ketebalannya sama.
3.Ikat akar wangi dengan melilitkan tali serat secara melingkar, ikatannya bisa dikencangkan agar mudah dibentuk dan tidak penyok.
4.Masih menggunakan tali serat, bentuk jaring didalam lingkaran.
5.Jaringnya ini cukup disangkutkan secara melingkar aja ya,  diulangi sampe penuh, terus diikat pake parel kayu biar ga lepas.
6.Potong renda vintage lalu ikatkan pada kepala dream catcher di bagian bawah. Panjang sama jumlah talinya bisa disesuaikan keinginan masing-masing.
7.Ikat batang biji pinus menggunakan tali serat, bisa dilem menggunakan lem bakar biar ga lepas. Lalu atasnya dimasukkan parel kayu.
8.Ikat biji pinus yang sudah diberi tali diantara renda.
9.Step paling akhir menghias dream catchernya menggunakan bunga artificial, bisa pake bunga kering juga sesuai selera.

Yup aku rasa cukup gampang sih. Aku bikin dream catcher itu sekitar satu setengah jam. Mohon maaf ya kalo langkahnya ada yang kurang jelas, karena sejujurnya aku lupa fotoin stepnya pas lagi bikin (LOL). Selamat mencoba bikin dream catcher kamu sendiri, leave me a comment if you need something to ask.

Friday, May 17, 2019

Bookstagram Indonesia Challenge (April) : Benda Sekitar


This my very first time I participated in bookstagram challenge. Challenge ini diadain sama akun instagram @bookstagramindonesia dan disponsori @bukuasmanadia, hadiahnya funko pop loh, tapi sayang belum menang, haha. Tema fotonya beda-beda tiap minggunya, minggu pertama temanya #bukudantanaman, minggu kedua #bukudanpakaian, minggu ketiga #bukudanmainan, minggu terakhir temanya #bukudankertas dan sekalian memperingati Hari Buku Sedunia yang jatuh tanggal 23 April.

Sebenernya menurutku tema bulan April kemaren kurang begitu cocok kalo dipadanin sama tema feed-ku, tapi emang namanya challenge sih jadi ya musti ada tantangannya. Justru karena itulah aku mutusin ikutan, I have bunch of ideas on my mind. Menurutku kalo ikutan challenge book-photography kaya gini harus super kreatif, biar beda sama peserta lain gitu.

Minggu Pertama
Foto challenge minggu pertama, buku dan tanaman

Awalnya rada bingung karena tanaman itu menurutku ga cocok dipadanin sama feed-ku yang temanya vintage rustic, kupikir bakalan ngerusak tema karena terlalu ijo dan outdoor banget. Tapi setelah tengok depan rumah liat ada anggrek lagi pada berbunga, yasudah pake itu aja akhirnya. Hasilnya aku suka bangeeeet, apalagi aku punya buku warna senada, jadinya pas. Diminggu pertama ini caption fotonya pertanyaan “Sejak kapan suka baca buku dan kenapa?”, dan rata-rata jawaban dari semua peserta hampir sama, haha.


Minggu Kedua
Foto challenge minggu kedua, buku dan pakaian

Sejujurnya aku bingung banget mau pake pakaian apa buat challenge ini, aku ga pinter padu-padanin prop dan sebelumnya gapernah gunain pakaian difotoku. But then I came with a brilliant idea, I use a Barbie dress. Seharusnya sih masih termasuk kategori pakaian, meskipun pakaian Barbie (LOL). Kebetulan juga ada buku yang cocok sama bajunya, tinggal dikasih crown biar kerasa suasana princess-nya. Pertanyaan untuk minggu kedua ini “Suka buku genre apa dan kenapa?”, me? YA fantasy of course.

Minggu Ketiga
Foto challenge minggu ketiga, buku dan mainan

Kalo diminggu ketiga ini aku kebanyakan ide saking banyaknya property mainan yang aku punya. Pertanyaan untuk minggu ketiga ini “Apa 3 buku terbaik sepanjang masa versi kamu?”. My all-time favorites are Harry Potter, Percy Jackson and the Olympians, and Lockwood & Co. Tiap seri favoritku diwakilin merch sendiri-sendiri, Harry Potter diwakilin boneka cantik Daenerys Malfoy, Percy Jackson diwakilin enamel pin Camp Half Blood, Lockwood & Co. diwakilin figure the Whispering Skull. Jadi menurutku mereka pas banget.

Minggu Keempat 
Foto challenge minggu keempat, buku dan kertas

Minggu terakhir ini spesial karena bertepatan hari buku sedunia. Jadi di fotonya harus ada tulisan “Selamat hari buku sedunia”. Pertanyaan untuk minggu keempat ini “Apa pendapatmu tentang literasi di Indonesia dan harapannya?”.

Ah, challenge bulan ini meskipun ga menang tapi tetep bisa seru-seruan. Sekalian biar rajin post foto secara rutin, kadang tu suka males banget ngambil foto. Ribet gotongin props kesana kemari. Bookstagram Indonesia juga ngadain challenge lagi buat bulan Mei dan temanya “Tumpukan Buku Warna-warni”. Aku jelas ikutan dong.

Saturday, May 4, 2019

The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel : Novel Cantik Super Langka

Seri lengkap novel Nicholas Flamel

Kalo kalian penggemar novel fantasi atau kolektor novel-novel langka, pasti ga asing dong sama seri novel the Secrets of the Immortal Nicholas Flamel, duh judulnya panjang bener deh. Novel karya Michael Scott ini menjadi salah satu incaran kolektor novel fantasi di Indonesia, salah satunya karena cover buku ini cantik banget. Dari segi ceritanya juga tergolong fantasi kelas berat dengan banyak banget tokoh-tokoh baru diperkenalkan disetiap bukunya.

Seri novel ini terdiri dari 6 buku, dan tiap judul bukunya menggambarkan salah tokoh yang ada di seri ini.

• Buku pertama The Alchemist menggambarkan Nicholas Flamel
• Buku kedua The Magician menggambarkan Dr. John Dee
• Buku ketiga The Sorceress menggambarkan Parenelle Flamel
• Buku keempat The Necromancer menggambarkan Josh Newman
• Buku kelima The Warlock menggambarkan Nicholò Machiavelli
• Buku keenam The Enchantress menggambarkan Sophie Newman

Novel ini garis besarnya menceritakan petualangan Sophie dan Josh Newman, si kembar berusia 16 tahun yang bekerja di kedai kopi dan toko buku milik pasangan suami isteri Nick dan Perry Fleming yang ternyata merupakan pasangan dari legenda yang terkenal karena ramuan hidup abadi yang dapat mengubah logam biasa menjadi emas yaitu Nicholas Flamel dan isterinya, Parenelle. Petualangan mereka berkisar seputar merebut kembali buku Abraham the Mage yang telah direbut oleh Dr. John Dee yang merupakan musuh bebuyutan Nicholas Flamel agar dunia tidak tenggelam dalam kehancuran. Banyak banget petualangan seru yang diceritakan dalam buku ini.

Saat baca buku ini tu kita berasa diajak berimajinasi sekaligus belajar tentang mitologi dan sejarah, karena latar dan tokoh yang ada di buku ini semua berdasarkan sejarah dunia yang banyak diketahui. Mulai dari mitologi Yunani, mitologi Nordik, mitologi Mesir, ada pedang Excalibur dalam legenda King Arthur, tokoh terkenal dunia misalnya Nicholò Machiavelli, Joan of Arc, St. Germain, bahkan Shakespeare! Kita juga diajak berkeliling dunia, karena latar tempatnya banyak banget seperti di Amerika dan Eropa, terutama tempat-tempat bersejarah seperti Stonage, Notre Dame, Golden Gate Bridge, dan masih banyak lagi. Baca buku ini tuh seru banget, seriusan. Walaupun aku sempat kena reading slump setelah baca buku pertama, tapi lama-kelamaan mulai seru dan bikin nagih.

Buku ke 3 The Sorceress, seri paling langka

Oiya, buku ini udah lumayan langka di Indonesia, karena penerbitnya, Matahati, udah gulung tikar sejak lama dan bukunya ga dicetak ulang sama penerbit lain. Aku mulai koleksi buku ini awal tahun 2018, dan lumayan cepet sih sekitar 2 minggu udah terkumpul lengkap dengan harga super murah, how lucky I am. Waktu itu aku beli satu set abis sekitar 450.000 rupiah, sekarang dijual pasaran sekitar 700.000 sampai 900.000 rupiah untuk semua bukunya. Kalo sekarang yang paling susah dicari itu buku 3 yang judulnya The Sorceress sama buku 6, The Enchantress. Kisaran harga untuk buku 3 itu biasanya sekitar 300.000 sampai 450.000 rupiah, kalo buku 6 sekitar 200.000 sampai 300.000 rupiah. Wow banget kan harganya untuk buku lama. Itupun kondisinya jarang banget ada yang baru, kebanyakan secondhand atau preloved.

Tapi misalnya kamu hunting seri ini dan udah kekumpul lengkap, worth it banget buat dibaca dan dikoleksi. Selain covernya cantik banget kalo dipajang di rak buku, abis baca ini pasti wawasan kita juga makin luas seputar sejarah dunia. Berminat hunting buku ini? Jangan lupa baca post Kiat-kiat Berburu Buku Langka ya! Happy Hunting!

Ratings

Book #1 The Alchemyst, 3.5 ★★★
Book #2 The Magician, 3.7 ★★★
Book #3 The Sorceress, 4.2 ★★★
Book #4 The Necromancer, 3.5 ★★★
Book #5 The Warlock, 3.5 ★★★
Book #6 The Enchantress, 4.0 ★★★

Kiat-kiat Berburu Buku Langka

Rise of the Evening Star seri Fablehaven, salah satu novel fantasi terlangka saat ini

Adakah disini yang lagi berburu buku langka? Entah itu emang hobi buat dikoleksi, lagi butuh buku tertentu, buat dijual lagi, atau buat bacaan. Buku langka itu emang susah-susah gampang dicari, kadang sama sekali ga ada yang jual, kalaupun ada yang jual pasti harganya selangit. Di satu waktu kadang banyak banget yang jual dan harganya murah karena mungkin lagi pada keluar dari gudang. Ada banyak faktor yang menyebabkan buku itu langka, bisa jadi karena bukunya dicetak terbatas, buku lama dan ga dicetak ulang, atau mungkin penerbitnya udah tutup dan ga diproduksi lagi. Apapun itu buku langka merupakan ketertarikan sendiri buat para kolektor.

Aku pribadi suka koleksi buku-buku langka, terutama seri novel fantasi. Kali ini aku pengen sharing kiat-kiat berburu buka langka sesuai dengan pengalamanku.

• Cari referensi di toko buku bekas, market place, maupun platform lain

Saat berburu kita harus gigih (beneran serius) dalam searching di berbagai tempat. Biasanya pertama kali aku selalu cek toko buku bekas diwilayah sekitar kota tempat tinggal, kalau ga ada baru ke market place. Market place yang sering banyak jual buku bekas itu Bukalapak, Carousell, Shopee, dan Tokopedia. Kalo di market place tiada hasil, aku beralih ke media sosial Facebook sama Instagram. Selalu cek secara berkala, entah itu di market place maupun hastag (#) instagram, selalu gunakan kata kunci yang berbeda yang masih terkait buku yang dicari. Biasanya penjual ngasih nama barangnya beda-beda, entah sebagian judulnya, sub judul, maupun pengarangnya. Di instagram sendiri aku biasa pakai hastag #novelbekas #novellangka #novelfantasi #novelbekasmurah dan masih banyak lagi, coba di explore aja biar makin banyak peluang.

Pastikan penjualnya dapat dipercaya, jika menemukan buku yang dicari di media sosial, ajak untuk bertransaksi di market place. Kalau penjualnya menolak, cek latar belakang atau kredibilitas penjual, pastikan tidak mencurigakan. Di instagram ada beberapa penjual nakal, misalnya menjual buku-buku langka dengan harga ga wajar (jauh dibawah harga pasaran). Biasanya penjual seperti itu akunnya baru dibuat, followernya sedikit maupun banyak tidak menjamin, foto yang digunakan hasil comot olshop lain, barang jualan hanya sedikit, dan sering gonta ganti username. Prioritaskan untuk selalu berbelanja lewat market place untuk menghindari penipuan.

• Selalu cek harga pasaran

Harga pasaran yang aku maksud disini bukan harga buku tertentu sewaktu belum langka lho ya. Jadi misalkan buku judul A harga normalnya 50.000, terus jadi langka dan ada yang jual seharga 300.000, padahal harga pasaran sebelumnya di market place cuma sekitar 150.000. Jangan keburu dibeli, cek dulu harga di penjual lain (kalo ada), dan tunggu beberapa waktu siapa tau ada yang jual lagi. Tapi tergantung kebutuhan juga, kalo mendesak dan takut ga ada lagi yang jual it’s okay kalo mau beli, semua menyesuaikan budget masing-masing. Selain itu, jangan langsung tergiur harga murah, pastikan penjual dapat dipercaya.

• Cek dan pastikan kondisi buku sebelum membeli

Penjual yang baik harusnya selalu mencantumkan kondisi buku yang dijual, apalagi kalo itu buku secondhand alias bekas. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat cek kondisi buku :

§  Keaslian buku (pastikan buku ori bukan bajakan/repro/replika)
§  Kondisi segel (masih segel/lepas segel/segel rusak)
§  Kondisi kertas jika buku bekas (bercak, kekuningan, noda coretan atau tanda tangan, bekas air, sobek, bekas staples)
§  Isi dan halaman buku (ada halaman sobek atau tidak, jilid buku, kelengkapan halaman)
§  Defect atau cacat pada buku

Jika penjual tidak mencantumkan hal-hal diatas, jangan pernah ragu untuk bertanya. Karena kita gamau kan kalo buku yang kita bayar mahal ternyata sudah rusak berat dan ga sesuai yang diharapkan. Kalau perlu, minta foto untuk melihat kondisi asli buku (bagi yang membeli online).

• Minta tambahan pengaman saat mengirimkan buku

Kalau kita beli buku online, apalagi buku langka, selalu minta tambahan pengaman saat buku di packing. Bisa berupa bubble wrap, kardus, maupun keduanya. Kadang saat dikirim dari penjual buku dalam keadaan bagus, tapi selama di perjalanan oleh agen ekspedisi paket sering dijejalkan atau dilempar-lempar, jadi packing buku harus super aman untuk mencegah buku yang rusak atau penyok-penyok di pinggirnya.

Nah, itu tadi tips and tricks seputar hunting buku langka versiku, semoga dapat membantu temen-temen yang lagi berburu buku ya. Kalo kalian pernah punya pengalaman juga, share dong di kolom komentar dibawah!