![]() |
The Selection Series by Kiera Cass
|
I
need to admit, aku beli buku
ini karena cover-nya cantik banget,
udah itu doang (LOL). Aku ga menaruh ekspektasi apa-apa bahkan sempet skeptis sebelum
baca buku ini, karena dari judul dan desain sampulnya aja udah keliatan dan
ketebak gimana jalan cerita dan ending-nya.
Aku sempet ragu lama banget buat mutusin bakalan beli seri ini apa engga. Menurutku
jalan ceritanya bakalan too much romance dan
cewek banget. Yup, romance is not my cup
of tea, always got me cringe. But just because I’m a sucker for a pretty
covers, I ended up buying it.
Setelah baca seri ini dari buku satu sampai
tiga, tebakanku ga salah juga, persis
sama yang aku bayangin sebelumnya. Jalan ceritanya juga mainstream banget, sangat girl
problem. Terjebak diantara dua cowok yang sama-sama dia suka dan ikutan
kompetisi buat memperebutkan seorang pangeran, jadi semacam the Hunger Games without the killing part. Isn’t that too typical for a romance? Yes, it is. Tapi, aku suka, bahkan
selesai baca tiga buku ini kurang dari 24 jam. Setelah selesai buku tiga, aku
langsung reread dari buku satu lagi
tapi dengan pandangan yang berbeda. How come?
Buku ini diluar ekspektasiku. Meskipun romance, tapi buku ini ga terlalu bikin cringe. Bahkan aku sampe marathon baca buku ini, begitu buku dateng
dianter kurir sekitar sore hari, aku baca sampe malem begadang dan tidur jam 4
pagi (karena pas malem Minggu). Yup, sampe segitunya aku belain ga tidur. Aku gabisa
berenti bacanya dan ga rela tidur sebelum abis karena penasaran, meskipun jalan
ceritanya udah ketebak banget sih. Yang bener-bener bikin ketagihan itu cara
penceritaan dan gaya bahasa Kiera Cass yang gampang dipahami dan ga terlalu
bertele-tele sama detail. Konflik dibuku ini juga salah satu yang bikin
ketagihan, ga cuma girl problem
ternyata.
Selain romance,
buku ini menurutku juga termasuk dystopia,
karena ada konflik masalah negara dan politik yang belum stabil karena
pemberontakan. To be honest, buku ini
sempet bikin aku nangis, terutama dibagian saat tokoh America nunjukin
keberaniannya dalam melakukan hal yang benar. Such a prettiness in those bravery. Jadi selain romance antara America sama prince Maxon, buku ini juga menceritakan
tentang persahabatan, keberanian, dan pengorbanan America dalam melakukan hal
yang benar meskipun dengan resiko dia kehilangan banyak hal.
Ini buku bagus, I’m glad I gave it a chance, meskipun aku belum baca dua buku
terakhir the Heir & the Crown. Tapi tiga buku pertamanya berakhir jadi
salah satu buku kesukaanku, dan aku rekomendasiin banget buat yang mungkin
lelah sama konflik di novel YA yang terlalu berat. The Selection Series ini jalan
ceritanya ringan tapi bikin ketagihan. Tapi satu kelemahan di buku ini untuk
versi terjemahan bahasa Indonesia-nya, bahasanya yang digunain penerjemah banyak
yang ga baku, jadi terkesan aneh banget. Saranku mending baca yang versi asli
bahasa Inggris aja, far better. Tapi karena
aku udah terlanjur beli yang versi terjemahan, aku masih menunggu buat novella Happily Ever After dicetak di
Indonesia. Blurb singkat, novella ini
menceritakan the selection dari
beberapa sudut pandang tokoh di seri utamanya, juga cerita singkat saat ratu
Amberly mengikuti the selection di
masanya. Ada bonus juga kisah America sama prince
Maxon saat setelah event buku the One
berakhir. This series are highly
recommended.
Ratings
Book #1 The Selection, 4.2 ★★★★☆
Book #2 The Elite, 4.0 ★★★★☆
Book #3 The One, 4.0 ★★★★☆













































